Kepolisian Siap Kawal Pemakama (ANTARA) - Kapolda Sulsel Irjen Pol Djuhandhani Rahardjo Puro menegaskan, pihak kepolisian tetap mengawal proses pemakaman jenazah para korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 yang sudah diserahkan kepada pihak keluarga termasuk Copilot Muhammad Farhan Gunawan yang rencananya di Makamkan di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.
"Korban semua akan kita kawal dalam proses pengembalian. Kami juga tetap menjaga serta mengawal para keluarga korban untuk bisa dilaksanakan pemakaman sesuai dengan tujuan atau pun tempat bersangkutan dimakamkan," ujar Kapolda saat konferensi pers penyerahan enam jenazah di Gedung Biddokkes Polda Sulsel, Jalan Kumala Makassar, Sabtu.
Mengenai dengan situasi dan kondisi para keluarga korban yang masih berada di Kota Makassar, kata dia, pihaknya tetap mengawal termasuk menyiagakan personil Polri bila mana dibutuhkan bantuan pengawalan sampai di tujuan daerah masing-masing.
"Aparat kepolisian juga di sana (Polda lain), pasti kami akan mengawal untuk proses perjalanan para korban. Jadi, sesuai alamat yang sudah diberikan kepada kami," papar Djuhandhani.
Menurut dia, pada prinsipnya pihak kepolisian dalam hal ini Biddokkes beserta tim DVI telah membantu proses identifikasi dan selanjutnya korban diserahkan kepada keluarga sesuai alamatnya masing-masing.
Seperti kemarin, kata Kapolda, ada permohonan dari keluarga dalam hal pengawalan, Maka tentunya tetap keluarga paling berhak di berikan penanganan lebih lanjut atau pun dibawa ke mana tujuannya.
"Terkait proses yang akan dilaksanakan, baik itu mau dibawa ke mana dan sebagainya, kami akan terus memantau untuk mengawal perjalanan. Pada prinsipnya, kami selalu berkomunikasi dengan pihak keluarga yang selama ini dijemput maupun dibawa ke arah mana di bawa korban," katanya menekankan.
Saat ini, jenazah Copilot pesawat ATR Muhammad Farhan Gunawan telah berada di rumah duka di Jalan Urip Sumoharjo, Lorong II, Perumahan Graha Kencana nomor B5, Kecamatan Panakukang, Makassar, Sulsel
Rencananya, dari informasi pihak keluarga, korban akan dimakamkan di pemakaman umum Kabupaten Gowa, Sulsel, pada Minggu (25/1/2026) pagi.
"Kayaknya besok pagi (dikebumikan) di Gowa, Pemakaman Darussalam Valley," kata Zulkifli tetangga dekat korban menyampaikan kepada awak media di rumah duka.
Sebelumnya, berdasarkan hasil identifikasi tim DVI, kantong nomor PM 62.B.07 cocok dengan nomor AM 001 teridentifikasi Muhammad Farhan Gunawan usia 26 tahun, beralamat di Jalan Sultan Hasanuddin, Kecamatan Malili, Luwu Timur, Sulawesi Selatan, diketahui sebagai Co-Pilot pesawat ATR 42-500.
Selain Farhan, korban lainnya total 10 orang telah teridentifikasi identitasnya. Sebanyak tujuh peti jenazah telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dilaksanakan pemakaman. Sebelumnya, Biddokkes Polda Sulsel juga menyerahkan tiga peti jenazah kepada pihak keluarga setelah hasil identifikasi DVI dikeluarkan identik dengan korban.
Berikut nama-nama korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 yang telah diidentifikasi masing masing kru pesawat, Andy Dahananto (58) sebagai Pilot. Muhammad Farhan Gunawan (26) sebagai Co-Pilot. Hariadi (57) sebagai Flight Operation Officer. Restu Adi (40) selaku Engineer. Dwi Murdiono (40) selaku Engineer.
Selanjutnya, Florencia Lolita (33) dan Esther Aprilita (27) Pramugari/Awak Kabin. Ferry Irawan (41) penumpang, merupakan pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Yoga Noval Prakoso (31) penumpang, pegawai KKP. Dan Deden Maulana (44), penumpang pegawai KKP.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Kepolisian kawal pemakaman Copilot Farhan di Gowa

