Pemerintah harap media sebarkan optimisme
Kamis, 27 Oktober 2022 15:00 WIB
Suasana kegiatan "Seminar Peran Pers Terhadap Pemulihan dan Kebangkitan Ekonomi Indonesia" yang digelar di Jakarta, Kamis (27/10/2022). (Adimas Raditya)
Jakarta (ANTARA) - Pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian (Kemenko Perekonomian) berharap media massa dan insan pers turut menyebarkan optimisme di tengah masyarakat dalam rangka percepatan pemulihan ekonomi nasional.
"Media diharapkan bersama-sama membangun optimisme masyarakat karena memiliki peran besar dalam mempengaruhi perilaku," kata Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kemenko Perekonomian Iskandar Simorangkir dalam "Seminar Peran Pers Terhadap Pemulihan dan Kebangkitan Ekonomi Indonesia" di Jakarta, Kamis, (27/10/2022).
Iskandar mengatakan, media memiliki peran penting dalam mengubah opini maupun persepsi lantaran aksesnya yang luas menjangkau seluruh lapisan masyarakat.
Menurut dia, seluruh komponen masyarakat termasuk pers, perlu berkontribusi untuk menjaga momentum pemulihan ekonomi nasional pascapandemi, meski di sisi lain, tantangan ekonomi dan krisis global terus membayangi perekonomian di Tanah Air.
"Kita lihat di luar negeri, media memberitakan tentang resesi sehingga terjadi kepanikan di masyarakat. Pengusaha menahan ekspansi usahanya, sebagian nasabah berbondong-bondong menarik dana di bank," ujarnya.
Iskandar mengungkapkan bahwa pemerintah mengupayakan agar perekonomian di dalam negeri tetap stabil.
Pada masa pandemi COVID-19, pemerintah mengambil sejumlah langkah agar perekonomian terus berjalan, di antaranya implementasi UU Cipta Kerja, pemberian stimulus fiskal, hingga optimalisasi tim pengendali inflasi di tingkat pusat dan daerah.
Ia menambahkan, pemerintah juga terus mendorong iklim investasi tetap kondusif dan sektor pariwisata agar berkembang, seiring dengan terkendalinya penularan COVID-19.
"Sekali lagi peran media dibutuhkan untuk mengawal kebijakan-kebijakan pemerintah agar tata kelolanya dalam jalur yang benar," katanya.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesis (PWI) Pusat, Atal S Depari menegaskan bahwa pers memiliki tanggung jawab, serta mendukung dan berkontribusi dalam upaya pemulihan ekonomi nasional.
"Kegiatan seminar ini merupakan bentuk konkret dukungan organisasi pers dalam membantu Indonesia untuk memulihkan dan membangkitkan perekonomian nasional," katanya.
Baca juga: PWI denounces shooting of Al Jazeera journalist Shireen Abu
Baca juga: PWI tegaskan Pasal 15 UU Pers tidak rugikan konstitusional
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Pemerintah berharap media sebarkan optimisme di tengah masyarakat
"Media diharapkan bersama-sama membangun optimisme masyarakat karena memiliki peran besar dalam mempengaruhi perilaku," kata Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kemenko Perekonomian Iskandar Simorangkir dalam "Seminar Peran Pers Terhadap Pemulihan dan Kebangkitan Ekonomi Indonesia" di Jakarta, Kamis, (27/10/2022).
Iskandar mengatakan, media memiliki peran penting dalam mengubah opini maupun persepsi lantaran aksesnya yang luas menjangkau seluruh lapisan masyarakat.
Menurut dia, seluruh komponen masyarakat termasuk pers, perlu berkontribusi untuk menjaga momentum pemulihan ekonomi nasional pascapandemi, meski di sisi lain, tantangan ekonomi dan krisis global terus membayangi perekonomian di Tanah Air.
"Kita lihat di luar negeri, media memberitakan tentang resesi sehingga terjadi kepanikan di masyarakat. Pengusaha menahan ekspansi usahanya, sebagian nasabah berbondong-bondong menarik dana di bank," ujarnya.
Iskandar mengungkapkan bahwa pemerintah mengupayakan agar perekonomian di dalam negeri tetap stabil.
Pada masa pandemi COVID-19, pemerintah mengambil sejumlah langkah agar perekonomian terus berjalan, di antaranya implementasi UU Cipta Kerja, pemberian stimulus fiskal, hingga optimalisasi tim pengendali inflasi di tingkat pusat dan daerah.
Ia menambahkan, pemerintah juga terus mendorong iklim investasi tetap kondusif dan sektor pariwisata agar berkembang, seiring dengan terkendalinya penularan COVID-19.
"Sekali lagi peran media dibutuhkan untuk mengawal kebijakan-kebijakan pemerintah agar tata kelolanya dalam jalur yang benar," katanya.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesis (PWI) Pusat, Atal S Depari menegaskan bahwa pers memiliki tanggung jawab, serta mendukung dan berkontribusi dalam upaya pemulihan ekonomi nasional.
"Kegiatan seminar ini merupakan bentuk konkret dukungan organisasi pers dalam membantu Indonesia untuk memulihkan dan membangkitkan perekonomian nasional," katanya.
Baca juga: PWI denounces shooting of Al Jazeera journalist Shireen Abu
Baca juga: PWI tegaskan Pasal 15 UU Pers tidak rugikan konstitusional
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Pemerintah berharap media sebarkan optimisme di tengah masyarakat
Pewarta : Adimas Raditya Fahky P
Editor : Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Mendagri: Warga silakan memanfaatkan gelondongan kayu untuk pemulihan pascabencana
26 January 2026 16:52 WIB
Purbaya siap menggeser Rp60 triliun hasil efisiensi K/L demi pulihkan bencana Sumatera
16 December 2025 9:31 WIB
AHY: Kebutuhan anggaran pemulihan bencana di Pulau Sumatera di atas Rp50 triliun
09 December 2025 14:19 WIB
Terpopuler - Kesra
Lihat Juga
Undana hadirkan peta digital interaktif rumput laut berbasis AI bagi petani
12 February 2026 16:27 WIB
KPAI menemukan pencairan dana PIP kasus anak akhiri hidup di NTT terkendala teknis bank
11 February 2026 13:50 WIB