Artikel - Mandalika dan misi pembangunan sentra ekonomi

id Mandalika,KEK Mandalika,sentra ekonomi,MotoGP,APBN,artikel ekonomi Oleh Imamatul Silfia

Artikel - Mandalika dan misi pembangunan sentra ekonomi

Sejumlah wisatawan berkunjung ke Pantai Kuta, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, Kecamatan Pujut, Praya, Lombok Tengah, NTB, Minggu (15/8/2021). Pemerintah Provinsi NTB menyiapkan lima destinasi wisata yang masuk dalam kategori zona hijau sehingga bisa dikunjungi wisatawan di tengah pandemi COVID-19 yaitu wisata Gili Indah (Trawangan, Meno dan Air) di Kabupaten Lombok Utara, Sembalun Kabupaten Lombok Timur, Mandalika di Kabupaten Lombok Tengah, Pulau Moyo di Sumbawa dan Tambora di Kabupaten Dompu dan Bima. ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi/wsj.

...Terlepas dari capaian ekonomi musiman MotoGP seperti yang dipaparkan sebelumnya, peningkatan ekonomi juga terlihat pada bertambahnya jumlah gerai minimarket hingga hotel kelas atas di Pulau Lombok, yang mengindikasikan geliat ekonomi di wilayah te

Kendati melalui proses pembangunan yang tak bisa dikatakan mulus, Sirkuit Mandalika mampu menjalankan perannya. Pada gelaran MotoGP 18–20 Maret 2022, meski membuat ITDC merugi, penerimaan pajak Nusa Tenggara mengalami peningkatan. Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Nusa Tenggara melaporkan sektor perdagangan dan akomodasi mengalami pertumbuhan signifikan, masing-masing sebesar 46,01 persen dan 30,36 persen. Di sisi lain, PT Pertamina (Persero) mencatat omzet pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) binaan mencapai Rp452 juta.

Sebuah riset yang dilakukan oleh Taupikurrahman dan Endan Suwandana berjudul “Analisis Sektor Pariwisata Provinsi NTB dan Dampak MotoGP Mandalika” juga menyatakan penyelenggaraan MotoGP di Sirkuit Mandalika memberikan dampak ekonomi yang positif.

Dalam artikel yang dipublikasikan oleh Jurnal Kepariwisataan Indonesia pada 2022 itu disebut bahwa output untuk Nusa Tenggara Barat yang ditimbulkan dari kegiatan MotoGP yaitu sebesar Rp606,92 miliar, dengan nilai tambah Rp315,94 miliar. Adapun sektor yang menjadi kontributor utama adalah makanan dan minuman dengan output sebesar Rp114,11 miliar dan nilai tambah Rp47,96 miliar. Di sisi lain, kegiatan MotoGP juga berdampak pada upah yang diterima tenaga kerja di Provinsi NTB, yakni mencapai Rp137,67 miliar.

Dampak positif ekonomi tersebut masih terasa sampai saat ini. Pada pertengahan Oktober lalu, tepatnya pada 13–15 Oktober, gelaran MotoGP yang ketiga di Indonesia telah diselenggarakan. Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) mencatat jumlah penonton melampaui target yang ditetapkan, yakni sebanyak 102.929 penonton dari target 100.000 penonton. Dari jumlah tersebut, estimasi nilai penjualan tiket mencapai Rp73 miliar.

Pergerakan positif juga terlihat pada tingkat okupansi bandara. Berdasarkan data PT Angkasa Pura I per 15 Oktober 2023, jumlah penumpang yang tiba di Bandara Internasional Lombok mencapai 18.700 orang, sementara penumpang yang berangkat mencapai 12.500 orang. Jika dirata-rata, jumlah penumpang mengalami peningkatan sebesar 20 persen selama empat hari menjelang final race MotoGP, yakni menjadi 7,800 orang per hari dari 6.500 orang per hari pada hari biasa.

Penerimaan UMKM binaan PT Pertamina (Persero) juga naik dari penyelenggaraan tahun sebelumnya, yaitu sebesar Rp689,6 juta.

Sementara itu, seorang pelaku UMKM, Warantika, yang ditemui saat penyelenggaraan bazar UMKM di Kanwil DJP Nusra, mengaku memperoleh total nilai transaksi mencapai Rp150 juta dari penjualan kopi, kuliner, dan perdagangan tenun saat gelaran MotoGP pada pertengahan Oktober. Meski harus mengeluarkan Rp20 juta untuk menyewa stan, ia berharap kegiatan internasional seperti MotoGP dapat sering dilaksanakan ke depannya.

Pernyataan Warantika sejalan dengan rekomendasi Taupikurrahman dan Endan Suwandana, bahwa kegiatan internasional perlu dilakukan secara rutin dengan melibatkan masyarakat dan pelaku usaha setempat. Dengan begitu, misi mulia pembangunan sentra ekonomi, dalam konteks ini KEK Mandalika, tidak hanya sekadar jargon belaka.
 

Mandalika dan sentra ekonomi NTB