Logo Header Antaranews Kupang

NTT Dilanda Cuaca Buruk

Kamis, 26 Januari 2017 12:07 WIB
Image Print
Wilayah Nusa Tenggara Timur dilanda cuaca buruk selama empat hari ke depan terhitung mulai Kamis (26/1).
Potensi hujan lebat disertai petir terjadi di Kalabahi, Atambua, Lewoleba, Kupang, SoE dan Ruteng untuk empat hari ke depan.

Kupang (Antara NTT) - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini bagi publik di Nusa Tenggara Timur untuk mewaspadai cuaca buruk selama empat hari ke depan terhitung mulai Kamis (26/1).

"Potensi hujan lebat disertai petir terjadi di Kalabahi, Atambua, Lewoleba, Kupang, SoE dan Ruteng untuk empat hari ke depan," demikian peringatan dini BMKG melalui lamannya yang diakses Antara di Kupang, Kamis.

Peringatan itu juga berlaku bagi para operator kapal motor penyeberangan dan nelayan modern serta tradisional karena potensi gelombang tinggi di atas 2,5 meter akan terjadi di Samudera Hindia di selatan NTT, Laut Timor, Laut Sawu, dan Selat Sumba bagian barat.

Dari pantauan kondisi atmosfer terkini terdapat potensi hujan lebat disertai kilat/petir dan angin kencang di sekitar daerah-daerah tersebut dalam tenggat empat hari ke depan terhitung tanggal 26-30 Januari 2017.

Peringatan itu juga disiarkan BMKG Stasiun Lasiana Kupang kepada warga setempat yang akan melakukan aktivitas lokalan maupun perjalan menggunakan sarana transportasi laut agar lebih waspada.

"Harap di waspadai untuk wilayah pelayaran di perairan NTT selama empat hari ke depan terdapat gelombang tinggi maksimum antara 3-5 meter hingga 4,0 meter serta adanya angin kencang mencapai hingga 30 knot atau 56 kilometer per jam," kata Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Stasiun Klimatologi Lasiana Kupang Apolinaris Geru.

Hal ini terjadi karena semakin meningkatnya kejadian bencana hidrometeorologi di beberapa wilayah Indonesia seperti banjir bandang di Bandung dan Aceh, tanah longsor serta angin kencang dalam beberapa hari terakhir dipicu oleh kondisi atmosfer yang sangat labil di wilayah Indonesia.

Kondisi ini dipicu oleh beragam fenomena, dari daerah pertemuan angin hingga dipicu oleh skala atmosfer skala lokal maupun skala yang lebih luas.

Dalam beberapa hari ke depan suplai uap air sebagai pendukung pertumbuhan awan hujan di wilayah Sumatera dan Jawa relatif tinggi. Diprakirakan potensi hujan masih terus meningkat dalam seminggu ke depan khususnya sejumlah kota di NTT seperti tersebut tadi.

Besarnya pengaruh lokal dan tingginya pemanasan mengakibatkan periode saat ini hingga akhir Januari bahkan Februari nanti memicu peningkatan intensitas Thunderstorm yang memungkinkan terjadi petir dan angin kencang.

Sehingga masyarakat diimbau berhati-hati ketika beraktifitas di luar rumah pada sore hari. Selain itu khusus untuk daerah perkotaan dan dataran tinggi agar mengantisipasi hujan lebat dengan durasi singkat yang dapat menyebabkan genangan bahkan banjir bandang.

"Dalam beberapa pekan ke depan sebagian wilayah Indonesia termasuk yang ada di NTT memasuki puncak musim hujan," katanya. Oleh karena itu, masyarakat diimbau agar waspada dan lebih berhati-hati terhadap dampak yang dapat ditimbulkan seperti banjir, tanah longsor, banjir bandang, genangan, pohon tumbang, jalan licin, dan lainnya.



Pewarta :
Editor: Laurensius Molan
COPYRIGHT © ANTARA 2026