Logo Header Antaranews Kupang

Polairud Polda NTT menyelamatkan dua korban kapal tenggelam di Larantuka

Selasa, 10 Maret 2026 13:01 WIB
Image Print
Personel Polairud Polda NTT menyelamatkan dua kru kapal yang tenggelam di selat Larantuka. ANTARA/HO-Humas Polda NTT

Kupang (ANTARA) - Personel Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Nusa Tenggara Timur menyelamatkan dua kru kapal motor penyeberangan KM Tanjung Harapan 3 yang tenggelam di perairan Selat Larantuka, Kabupaten Flores Timur, akibat dihantam gelombang tinggi.

Direktur Polairud Polda NTT Kombes Pol Irwan Deffi Nasution di Kupang, Selasa mengatakan personelnya yang sedang melaksanakan piket di wilayah tersebut langsung bergerak cepat melakukan evakuasi setelah melihat kapal dalam kondisi darurat.

“Personel kami segera menuju titik kejadian dan berhasil mengevakuasi dua kru kapal ke Dermaga Tobilota atau Kantor Syahbandar Tobilota dalam kondisi selamat,” katanya.

Ia mengatakan peristiwa itu bermula sekitar pukul 08.10 Wita saat angin kencang disertai gelombang tinggi menghantam Dermaga Pelni Larantuka.

Sejumlah kapal yang sedang sandar kemudian berupaya mencari tempat berlindung dari cuaca buruk.

KM Tanjung Harapan 3 selanjutnya meninggalkan dermaga untuk mencari perlindungan menuju Pelabuhan Tobilota di pulau Adonara.

Saat kejadian, kapal tersebut belum sempat mengangkut penumpang dan hanya membawa dua unit sepeda motor milik kru kapal.

Namun sekitar pukul 08.45 Wita kapal dihantam gelombang besar hingga air laut masuk ke bagian dek kapal dan menyebabkan kapal tenggelam di perairan Selat Larantuka.

Menyadari situasi darurat tersebut, personel Ditpolairud langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan evakuasi.

Dua kru kapal berhasil diselamatkan yakni KK (54) yang merupakan nakhoda kapal, warga Kelurahan Pante Besar, Flores Timur, serta EH (24) yang merupakan anak buah kapal (ABK) asal Desa Tobilota, Kecamatan Wotan Ulumado.

"Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu. Namun kerugian material akibat tenggelamnya kapal diperkirakan mencapai sekitar Rp250 juta," tambah dia.

Irwan mengimbau masyarakat pesisir dan operator kapal agar selalu memperhatikan kondisi cuaca sebelum melakukan aktivitas pelayaran.

“Kami mengimbau masyarakat dan operator kapal agar selalu memperhatikan kondisi cuaca dan mengutamakan keselamatan saat berlayar,” ujarnya.



Pewarta :
Editor: Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026