Logo Header Antaranews Kupang

Jalur Perbatasan NTT-Timor Leste Putus Total

Minggu, 29 Januari 2017 17:49 WIB
Image Print
Ruas jalan Sabuk Merah yang menghubungkan wilayah perbatasan Nusa Tenggara Timur dengan Timor Leste putus total akibat amblasnya badan jalan sepanjang 40 meter di Desa Sarabau, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu.
Ruas jalan yang hancur sepanjang sekitar 40 meter. Tembok penahan jalan hancur akibat tergerus air hujan menyebabkan jalan raya yang telah dihotmix itu hancur total.

Kupang (Antara NTT) - Akses transportasi di wilayah perbatasan Nusa Tenggara Timur dengan negara Timor Leste, putus total akibat amblasnya ruas jalan negara sepanjang 40 meter di wilayah Desa Sarabau, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu.

"Wilayah tersebut berbatasan langsung dengan Distrik Bobonaro di Timor Leste," kata Kepala Desa Sarabau Belmindo Roberto Rinmalae ketika dihubungi Antara dari Kupang, Minggu.

Ia mengatakan amblasnya jalan negara yang dibangun tahun 2016 oleh PT Nindia Karya itu akibat hujan deras disertai angin kencang yang terjadi pada Jumat (27/1) dini hari.

"Ruas jalan yang hancur sepanjang sekitar 40 meter. Tembok penahan jalan hancur akibat tergerus air hujan menyebabkan jalan raya yang telah dihotmix itu hancur total," ujarnya.

Ia mengatakan akibat hancurnya jalan sepanjang 40 meter itu menyebabkan terputusnya transportasi yang menghubungan tiga desa di wilayah yang berbatasan dengan Distrik Bobonaro, Timor Leste yaitu Desa Bauh, Desa Sarabauh dan Desa Sadi.

Dikatakannya, transportasi darat dari Atambua menuju tiga desa itu juga putus total karena kendaraan tidak bisa melintas di lokasi longsoran dengan kedalaman dua meter.

"Kerusakan jalan raya ini menyebabkan transportasi dari Atambua menuju tiga desa ini putus total. Semua kendaraan tidak bisa melintas akibat amblasnya jalan sepanjang 40 meter itu," ujarnya.

Ia mengatakan masyarakat yang hendak menuju Atambua, ibu kota Kabupaten Belu, harus meninggalkan kendaraannya di lokasi tanah longsor dan menganti kendaraan lain menuju Atambua.

Sementara itu Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Belu Alfons Kefi membenarkan terjadinya bencana alam yang menyebabkan lumpuhnya transportasi di wilayah perbatasan dengan negara Timor Leste itu.

"Memang benar jalan negara di wilayah perbatasan dengan negara Timor Leste itu putus total akibat longsornya tembok penahan jalan, ketika terjadi hujan deras disertai angin kencang pada Jumat (27/1) lalu," katanya.

Ia mengatakan pihaknya sedang dalam perjalanan menuju lokasi untuk melihat kerusakan yang terjadi guna mengambil langkah-langkah penanganan.



Pewarta :
Editor: Laurensius Molan
COPYRIGHT © ANTARA 2026