Kupang (ANTARA) - Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin meminta agar Uni Timor Aswain (Untas) mampu menghasilkan generasi muda yang mencintai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
"Saya senang karena sekarang Untas dipegang oleh generasi muda Pak Fernando Soares. Kita juga ingin memberikan kesempatan kepada generasi muda yang dari Timor Timur tetapi cinta NKRI untuk berani tampil terdepan," katanya di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis.
Demikian disampaikannya usai mengukuhkan pengurus Untas di salah satu hotel di Kota Kupang.
Uni Timor Aswain adalah wadah tunggal yang diberi wewenang untuk mewakili seluruh warga Timor Timur (kini Timor Leste, red) yang setia kepada bangsa Indonesia, berjiwa pro integrasi dan anti kekerasan serta menjunjung tinggi HAM.
Menhan mengatakan Untas secara resmi telah diakui oleh Pemerintah Republik Indonesia. Menhan juga menceritakan bahwa dia pernah ditemui oleh Ketua Untas Fernando Soares di Jakarta.
Saat itu, kata Menhan, Fernando Soares memintanya untuk hadir dalam acara pengukuhan tersebut dan dirinya pun langsung menyanggupi.
Menurut Menhan, bertemu dengan seluruh pengurus Untas adalah momentum untuk mengenang kembali masa-masa saat perjuangan Timor Timur masuk dalam 27 provinsi di Indonesia pada tahun 1970-an.
"Setiap kali bertemu dengan UNTAS, saya selalu emosional karena kita pernah bersama membanggakan Merah Putih di Timor Timur," ujar dia.
Dia meminta agar anggota Untas melihat ke depan, membantu pemerintah membangun dan menjaga NKRI kedepannya, tanpa harus memikirkan atau melihat kembali masa kelam saat masih berada di Timor Timur.
Sementara itu, Ketua Untas Fernando Soares dalam sambutannya, menceritakan saat bertemu dengan Menhan pada 5 Januari 2025. Saat itu, Menhan sempat meninggalkan pesan untuk Untas.
"Saya menggenang kembali saat bertemu bapak Menteri. Saat itu, bapak Menteri berpesan ini bukan soal kepala, tetapi soal hati. Kehadiran Menteri Pertahanan hari ini adalah sebuah kehormatan besar bagi kami," ucapnya.
Di hadapan para anggotanya, dia mengatakan bahwa WNI asal Timor Timur saat ini tidak berjalan sendiri, tetapi berjalan bersama para pemimpin bangsa yang terus memberikan perhatian.
Dia juga menyampaikan terima kasih kepada Pemprov NTT yang telah menerima Untas sejak tahun 1999 untuk bersama-sama membangun NTT dan NKRI.
Menurutnya, pilihan untuk setia kepada NKRI bukanlah pilihan sesaat, melainkan pilihan yang lahir dari kesadaran dan konsistensi yang terpatri dalam sanubari.
"Badai telah berlalu dan arah kita jelas. Dengan kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, kita akan maju. Pemerintah sedang bekerja keras untuk kita semua," katanya.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Menteri Pertahanan minta Untas hasilkan generasi muda yang cinta NKRI

