Logo Header Antaranews Kupang

Debat Kedua Tidak Fokus

Sabtu, 4 Februari 2017 13:32 WIB
Image Print
Pengamat politik dari Unwira Kupang Dr Marianus Kleden
Debat terbuka kedua yang dilakukan calon wali kota dan wakil wali kota Kupang masih tidak fokus pada substansi persoalan.

Kupang (Antara NTT) - Pengamat politik dari Universitas Katolik Widya Mandira (Unwira) Kupang Dr Marianus Kleden menilai debat terbuka kedua yang dilakukan calon wali kota dan wakil wali kota Kupang masih tidak fokus pada substansi persoalan.

"Pertama, debat kedua kemarin tidak fokus, dan kedua calon Wali Kota Kupang Jonas Salean dan Jefri Riwu Koreh adalah representasi orang NTT yang belum sanggup menyublimasi konflik menjadi kompetisi, dan nampak pertengkaran menjadi debat," kata Kleden kepada Antara di Kupang, Sabtu.

Dia mengemukakan hal itu ketika diminta pandangan seputar debat terbuka kedua calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kupang periode 2017-2022 yang digelar pada Kamis, (2/2) malam.

Debat kandidat pilkada Kota Kupang putaran kedua yang menghadirkan masing-masing pasangan calon Jefri Riwu Kore-Hermanus Man dan pasangan Jonas Salean-Nikolaus Fransiskus itu membahas topik politik dan pemerintahan.

Dekan Fakultas Ilmu Pemerintahan Unwira ini mengatakan tingginya peradaban diindikasikan oleh kemampuan mengubah yang kasar menjadi halus, dan itu belum nampak dalam debat putaran kedua yang diselenggarakan KPU Kota Kupang.

Dia menambahkan debat juga tidak berpengaruh pada preferensi pemilih, karena pemilih kota Kupang praktis sudah tersegmentasi ke dalam dua kubu.

"Masih ada juga `swing voters` yang tidak tertarik dengan penampilan kedua kandidat, sehingga kalau mereka ke tempat pemungutan suara (TPS), mereka `nyoblos aja` tanpa preferensi yang kuat," kata Dosen Antropologi Politik pada FISIP Unwira Kupang ini.

Ketua KPU Kota Kupang Marianus Minggo secara terpisah dalam debat itu mengatakan masing-masing pasangan calon telah maksimal menyampaikan seluruh visi, misi dan program kerja selama lima tahun ke depan jika memimpin Kota Kupang.

Dalam debat terbuka kedua itu, pasangan nomor urut `1` Jefri Riwu Kore-Hermanus Man akan fokus kepada penerapan pemerintahan yang baik dan berwibawa dengan mengedepankan profesionalisme pejabat.

Sementara dalam kaitan dengan penegakan hukum, pasangan yang diusung Partai Demokrat, PAN, Gerindra dan PPP itu akan menerapkan sanksi hukum tanpa pandang bulu.

Sedangkan pasangan calon Jonas Salean-Nikolaus Fransiskus tetap berpedoman kepada UU No.5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam penempatan jabatan dan aparatur pemerintah.



Pewarta :
Editor: Laurensius Molan
COPYRIGHT © ANTARA 2026