Logo Header Antaranews Kupang

Mendagri: Korupsi dan pemborosan menghancurkan kepercayaan publik

Rabu, 22 April 2026 15:53 WIB
Image Print
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian memimpin rapat di Kantor Kemendagri, Jakarta, Rabu (15/4/2026). Rapat tersebut membahas persiapan pembangunan dan rehabilitasi rumah layak huni pemukiman di wilayah Papua serta peluncuran Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau bedah rumah di wilayah Papua dan program khusus 2.200 rumah di Papua Pegunungan. ANTARA FOTO/Fauzan/wsj. (ANTARA FOTO/FAUZAN)

Jakarta (ANTARA) - Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian mengingatkan para kepala daerah pentingnya menjaga integritas dan efisiensi dalam pengelolaan pemerintahan daerah demi menjaga kepercayaan publik.

Hal ini disampaikan Mendagri saat menyikapi masih adanya kasus korupsi dan pemborosan anggaran yang berpotensi memengaruhi citra kepala daerah secara luas.

"Tolonglah teman-teman kepala daerah, ini menjaga betul diri masing-masing, membuat kebijakan juga. Karena terutama dari kasus korupsi dan kasus inefisiensi. Dua ini, korupsi sama inefisiensi, pemborosan," kata Tito dalam keterangannya di Jakarta, Rabu.

Hal itu disampaikan Mendagri dalam forum APEKSI, seraya menekankan bahwa dua hal yang perlu menjadi perhatian utama adalah praktik korupsi dan inefisiensi dalam penggunaan anggaran.

Ia menjelaskan persepsi publik saat ini sangat dipengaruhi oleh pemberitaan media. Ketika terjadi operasi tangkap tangan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atau kasus pemborosan anggaran, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh individu, tetapi juga dapat meluas ke seluruh pemerintah daerah.

Tito menuturkan kondisi tersebut berpotensi memengaruhi tingkat kepercayaan antara daerah dan pemerintah pusat.

Ia menambahkan kepercayaan yang terjaga menjadi faktor penting dalam mendukung kelancaran pengajuan anggaran daerah, seperti Dana Alokasi Umum (DAU), Dana Alokasi Khusus (DAK), maupun Dana Bagi Hasil (DBH).

Meski demikian, Mendagri mengapresiasi banyaknya kepala daerah yang telah bekerja dengan baik dan menghadirkan berbagai inovasi. Namun, capaian positif tersebut kerap tertutupi oleh pemberitaan negatif yang lebih cepat menyebar atau viral.

Ia mencontohkan analogi sederhana, bahwa ratusan ribu orang dapat bekerja dengan baik, tetapi satu kesalahan yang menjadi perhatian publik dapat membentuk persepsi yang kurang berimbang.

Oleh karena itu, Mendagri mendorong asosiasi kepala daerah untuk lebih aktif membangun narasi positif dengan mempublikasikan prestasi dan inovasi daerah secara berkelanjutan.

Selain penguatan tata kelola, Mendagri juga menekankan pentingnya komunikasi publik yang transparan.

Menurutnya, upaya pencegahan korupsi perlu berjalan seiring dengan keterbukaan informasi serta publikasi kinerja pemerintah daerah.

"Nah, oleh karena itu, ini masalah persepsi, di samping kita memperbaiki tentunya. Memperbaiki untuk betul-betul hati-hati terhadap praktik koruptif," ujarnya.

Pernyataan Mendagri tersebut menjadi penegasan bahwa pemerintah pusat terus mendorong penguatan integritas di daerah.

Ia menambahkan hubungan yang harmonis antara pemerintah pusat dan daerah sangat ditopang oleh kepercayaan, yang dibangun melalui kinerja yang baik serta persepsi publik yang positif.

Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Mendagri: Korupsi dan pemborosan hancurkan kepercayaan publik



Pewarta :
Editor: Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026