Logo Header Antaranews Kupang

Balai Sungai Kelola 21 Paket

Kamis, 9 Februari 2017 11:29 WIB
Image Print
Kepala Satuan Kerja Proyek Pengembangan Air Tanah (P2AT) Balai Sungai Wilayah Nusa Tenggara II Agus Sosiawan
"Pengelolaan dan pengerjaan 21 paket ini diperkirakan akan menghabiskan dana Rp99 miliar lebih," kata Agus Sosiawan.

Kupang (Antara NTT) - Balai Sungai Wilayah Nusa Tenggara II (BSW NT-II) 2017 mengerjakan sedikitnya 21 paket yang tersebar di 22 Kabupaten/Kota di Nusa Tenggara Timur (NTT).

"Pengelolaan dan pengerjaan 21 paket ini diperkirakan akan menghabiskan dana Rp99 miliar lebih," kata Kepala Satuan Kerja Proyek Pengembangan Air Tanah (P2AT) Balai Sungai Wilayah Nusa Tenggara II Agus Sosiawan di Kupang, Kamis.

Ke-21 proyek itu katanya terbagi dalam dua item pekerjaan yakni pengelolaan air tanah dan air baku dengan sumber dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun anggaran 2017.

Menurutnya, kedua jenis pekerjaan tersebut telah dilakukan penandatanganan kontrak kerja yakni tahap pertama telah dilakukan pada akhir 2016 lalu dengan pagu anggaran sebesar Rp60 Miliar.

Dan penandatangan kontrak kerja tahap dua telah dilakukan pada 17 Januari 2017.

Untuk kontrak kerja tahap kedua ada 13 paket pekerjaan yang terbagi dalam dua item, yakni enam pekerjaan fisik dan tujuh pekerjaan pengawasan dengan nilai proyek kedua item tersebut sebesar Rp38 Miliar.

Dia menegaskan daerah irigasi yang tersebar di seluruh wilayah NTT hingga 2016 mencapai 2.088 daerah irigasi dengan luas fungsional 126.000 hektar, apabila dioptimalkan nilai luasannya maka dapat ditanami dua hingga tiga kali.

Menurut dia, nila luas fungsional yang ada, bisa ditanam dua sampai tiga kali dalam setahun, maka swasembada beras di NTT bisa terwujud. Tentunya juga didukung dengan pembangunan waduk untuk menampung air dalam skala besar.

Ia mengatakan program Percepatan dan Perluasan Pembangunan Infrastruktur Sumber Daya Air (P4-ISDA) merupakan salah satu program pro rakyat yang dilakukan oleh Ditjen SDA, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR).

Hal ini dikarenakan dana langsung diterima dan digunakan oleh petani guna meningkatkan daya beli masyarakat, katanya.

Program P4-ISDA sudah dimulai dari tahun 2013 dan diperuntukkan untuk daerah irigasi atau jaringan irigasi bukan desa.

Rencana tahun 2015 terdapat 1.500 DI dan lokasi disesuaikan dengan juknis yang ditetapkan. Untuk beberapa balai mengalami kenaikan Daerah Irigasi (D.I) yang harus dilaksanakan.

"Kegiatan ini bertujuan untuk pemberdayaan dan partisipasi masyarakat petani pemakai air dalam kegiatan teknis perbaikan jaringan irigasi dan perbaikan jaringan irigasi sehingga dapat mengembalikan kondisi dan fungsi saluran irigasi," katanya.



Pewarta :
Editor: Laurensius Molan
COPYRIGHT © ANTARA 2026