
Jumlah Bencana Terus Bertambah

Ada peningkatan yang cukup signifikan jumlah kejadian bencana dengan didominasi bencana longsor, banjir dan pohon tumbang.
Kupang (Antara NTT) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kupang menyebut terjadi penambahan jumlah bencana sebagai akibat cuaca buruk yang melanda wilayah Ibu Kota Provinsi Nusa Tenggara Timur dalam dua pekan terakhir.
"Dari akumulasi data hingga saat ini sudah terdapat 61 kejadian bencana yang terjadi di daerah ini dengan beragam kejadian, dan ini mengalami peningkatan dari paruh waktu hingga akhir Januari silam yang berjumlah 10 kejadian kebencanaan," kata Kepala BPBD Kota Kupang Ade Manafe di Kupang, Kamis.
Menurut dia, ada peningkatan yang cukup signifikan jumlah kejadian bencana dengan didominasi bencana longsor, banjir dan pohon tumbang seiring perubahan cuaca menuju ekstrem yang terjadi dalam dua pekan terakhir berupa angin kencang dan hujan dengan intensitas sedang hingga deras.
Meskipun jumlah kejadian bencana bertambah, namun tidak terdapat korban jiwa. "Untuk korban meterial tentu ada dan variatif sesuai dengan jenis dan bentuk bencananya," ucap Ade.
Dia menyebut, dari 61 kejadian itu, enam di antaranya bencana kebakaran. Selanjutnya sebanyak 55 kejadian berupa longsor, terendam banjir serta pohon tumbang.
"Ada satu kejadian lain yaitu kapal tenggelam dan tujuh penumpangnya bisa selamat dan dilarikan ke rumah sakit untuk dirawat intensif," tuturnya.
Terhadap bantuan tanggap darurat sudah langsung disampaikan kepada para korban kejadian bencana yang terjadi sesuai dengan kebutuhan yang dialami.
"Jadi bisa berupa makanan siap saji, tenda, selimut dan bahkan juga peralatan masak dan peralatan rumah tangga lainnya," imbuhnya.
Secara alami, perubahan cuaca yang saat ini melanda Kota Kupang dan Provinsi Nusa Tenggara Timur dengan curah hujan tinggi serta angin kencang itu merupakan kehendak alam. Hal itu tidak bisa dihindari oleh manusia.
Manusia, kata dia hanya bisa melakukan pengamanan diri dengan mengantisipasi sejumlah kejadian yang akan terjadi.
"Juga melakukan upaya penyelamatan dengan menghindari sejumlah titik rawan bencana seperti bantaran kali agar tidak longsor dan tergenang banjir," ujarnya.
BPBD secara kelembagaan lanjut Ade juga terus mengaktifkan posko siaga bencana untuk terus melakukan aksi segera penanggulangan saat bencana terjadi. "Masyarakat diminta bekerja sama untuk segera memberikan informasi kejadian bencana agar bisa segera ditangani," katanya.
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) El Tari Kupang melaporkan, saat ini wilayah Nusa Tenggara Timur sedang dilanda cuaca ekstrem.
Kondisi ini terjadi karena terdapat sirkulasi siklonik di perairan barat Australia pada level 925/700 hPa, kata Prakirawan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) El Tari Kupang, Sti Nenotek, terpisah.
Selain itu konvergensi atau wilayah belokan angin terdapat di wilayah Nusa Tenggara Timur, tambahnya.
Situasi ini memicu peningkatan pertumbuhan awan-awan hujan dan angin disertai angin kencang dan gelombang tinggi di wilayah Nusa Tenggara Timur.
Selain itu, juga terjadi gelombang setinggi 2,5 meter dan angin kencang dengan kecepatan 30 knot terjadi di seluruh wilayah provinsi berbasis kepulauan itu, katanya.
Dampak yang bisa ditimbulkan adalah banjir, tanah longsor dan pohon tumbang yang bisa membahayakan keselamatan.
"Pemda Kabupaten Kupang telah melakukan verifikasi terhadap kerusakan sebagai dampak bencana alam angin puting beliung. Proses verifikasi dilakukan untuk memudahkan pendistribusian bantuan pemerintah yang akan didistribusi Februari 2017," kata Kepala BPBD Kabupaten Kupang Charles Panie.
Data yang dimiliki BPBD Kabupaten Kupang terdapat 108 bangunan seperti rumah penduduk dan fasilitas umum rusak akibat diporak poranda angin puting beliung selama tiga bulan terakhir.
Ia mengatakan, 108 rumah yang mengalami kerusakan itu tersebar di wilayah Kecamatan Kupang Tengah, Kupang Timur, Semau Selatan dan Amfoang Utara serta Amfoang Tengah.
Pendataan dilakukan BPBD menurut Charles Panie, untuk memudahkan penentuan mengklasifikasi kategori kerusakan mana yang tergolong kerusakan berat, sedang dan ringan. "Bantuan yang didistribusikan akan disesuaikan dengan tingkat kerusakan yang terkaji," tegasnya.
Ia mengatakan, selain bantu bahan bangunan, BPBD Kabupaten Kupang telah mendistribusikan bantuan tangap darurat berupa selimut, terpal, tikar dan beras untuk korban bencana alam angin puting beliung.
"Kabupaten Kupang merupakan daerah rawan bencana alam angin puting beliung. Setiap tahun ketika terjadi peralihan musim, terjadi angin puting beliung. Dalam bencana ini tidak ada korban jiwa, namun hanyak menimbulkan kerusakan bangunan. Selama ini sudah 13 laporan bencana alam yang ditangani BPBD Kabupaten Kupang," ujarnya.
Sementara itu 16 kepala keluarga (KK) korban angin puting beliung di Desa Noelbaki, Kecamatan Kupang Tengah, mengatakan, proses pendataan dilakukan BPBD sudah dilakukan 28 Januari 2017, namun hingga saat ini belum menerima bantuan.
"Saya bersama anak-anak tinggal di rumah tetangga, karena rumah yang saya tempati sudah hancur diterjang angin puting beliung, Jumat (271) dini hari," kata S Dacosta.
Pewarta : Yohanes Adrianus dan Bennidiktus Jahang
Editor:
Laurensius Molan
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
