Logo Header Antaranews Kupang

Israel masih menyerang armada bantuan Global Sumud Flotilla

Rabu, 20 Mei 2026 08:31 WIB
Image Print
Massa dari Solidaritas Seni Untuk Palestina mengikuti aksi solidaritas bagi WNI dan Jurnalis yang diculik Israel di Jalan Asia Afrika, Bandung, Jawa Barat, Selasa (19/5/2026). Dalam aksi tersebut, massa dari Solidaritas Seni untuk Palestina meminta agar pemerintah dapat membebaskan warga negara Indonesia dan jurnalis yang diculik Israel saat menjalankan misi Global Sumud Flotilla menuju Gaza di perairan Cyprus pada 18 Mei 2026. ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi/agr

Istanbul (ANTARA) - Kapal pasukan militer Israel dilaporkan masih menyerang dan menaiki armada bantuan Global Sumud Flotilla di perairan internasional saat konvoi kemanusiaan itu menuju Jalur Gaza.

"Pencegatan berlanjut. Kapal-kapal militer Israel saat ini secara ilegal menaiki armada kami. Kami berada dalam siaga tinggi saat terus menuju Gaza. Kami menolak untuk diintimidasi," menurut pernyataan Global Sumud Flotilla pada Selasa.

Penyelenggara misi kemanusiaan itu menyebut 10 kapal bantuan kemanusiaan telah lolos dari serangan Israel selama 22 jam di perairan internasional dan tetap berlayar menuju Gaza.

"Kapal-kapal tersebut kini hanya berjarak 121 mil laut dari pantai Gaza," demikian isi pernyataan itu.

Sebelumnya, situs berita Israel Walla, dengan mengutip sumber keamanan yang tidak disebutkan namanya, melaporkan militer Israel telah menyita lebih dari 40 dari total 54 kapal yang terlibat dalam pelayaran tersebut dan menahan sekitar 300 aktivis.

Hal itu menandai serangan kedua Israel terhadap armada bantuan tersebut dalam kurun waktu lebih dari 24 jam setelah militer Israel melancarkan serangan pada Senin (18/5) terhadap konvoi bantuan di perairan internasional.

Armada yang terdiri dari 54 kapal itu berlayar pada Kamis (14/5) dari distrik Marmaris, Turki, dalam upaya baru untuk menembus blokade Israel terhadap Gaza yang telah berlangsung sejak 2007.

Ini bukan pertama kalinya insiden semacam itu terjadi. Pada akhir April, militer Israel menyerang kapal-kapal flotilla di perairan internasional dekat Pulau Kreta, Yunani. Saat itu, konvoi kemanusiaan tersebut membawa 345 peserta dari 39 negara, termasuk warga negara Turki.

Pasukan Israel menyita 21 kapal yang membawa sekitar 175 aktivis, sementara kapal lainnya melanjutkan perjalanan menuju perairan teritorial Yunani.

Israel kemudian membebaskan para aktivis di perairan internasional, kecuali dua orang, yakni seorang aktivis Spanyol dan seorang aktivis Brasil, yang dibawa ke pusat penahanan di Israel sebelum akhirnya dideportasi.

Sekitar 2,4 juta warga Palestina, termasuk sekitar 1,5 juta pengungsi, kini hidup dalam kondisi kemanusiaan yang mengerikan di Gaza.

Situasi tersebut diperparah oleh perang Israel yang telah berlangsung selama dua tahun dan menewaskan lebih dari 72.700 orang serta melukai lebih dari 172.700 lainnya, di mana sebagian besar merupakan perempuan dan anak-anak. Kondisi tersebut kemudian memicu kondisi kelaparan parah.

Meski gencatan senjata diumumkan pada Oktober 2025, Israel disebut terus membatasi akses bantuan kemanusiaan dan melancarkan serangan harian yang mengakibatkan 877 warga Palestina tewas dan 2.602 lainnya terluka, menurut otoritas setempat.

Sumber: Anadolu

Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Israel masih serang armada bantuan Global Sumud Flotilla



Pewarta :
Editor: Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026