Logo Header Antaranews Kupang

Nelayan Temukan Jasad Seorang Bocah Perempuan

Jumat, 10 Februari 2017 13:01 WIB
Image Print
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur, Jumat pagi menemukan jasad seorang bocah perempuan bernama Rosniani Taeng (7), di pantai Lamba, Lekolembo, Kelurahan Watunggene, Kecamatan Kota Komba.
"Hari ini kami menemukan sosok mayat bocah perempuan yang diduga meninggal karena tenggelam di laut, karena gelombang laut lagi tidak bersahabat," kata Anton Dergon.

Kupang (Antara NTT) - Para nelayan di Kabupaten Manggarai Timur, Jumat pagi, menemukan jasad seorang bocah perempuan di pantai Lamba, Lekolembo, Kelurahan Watunggene, Kecamatan Kota Komba, Nusa Tenggara Timur.

"Bocah perempuan yang diketahui bernama Rosniani Taeng (7), diduga meninggal dunia karena tenggelam," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Manggarai Timur Anton Dergon kepada Antara melalui telepon genggam dari Borong, Jumat.

"Hari ini kami menemukan sosok mayat bocah perempuan yang diduga meninggal karena tenggelam di laut, karena gelombang laut lagi tidak bersahabat," katanya.

Menurut dia, setelah diidentifikasi, bocah perempuan itu adalah pelajar kelas II SD Katolik Waewole, tinggal di Waewole, Kelurahan Watunggene, Kecamatan Kota Komba. Dia mengatakan korban sudah diperiksa oleh dokter puskesmas Waelengga sebelum diambil oleh keluarga.

"Pihak keluarga menerima kematian korban dengan iklas sebagai suatu bencana. Hal ini dibuktikan dengan ditandatantanganinya berita acara penyerahan jenazah dan berita acara penolakan di lakukan otopsi yang di keluarkan oleh Unit Reskim Kota Komba," katanya.

Dia menambahkan pihaknya terus memantau perkembangan bencana di daerah itu, karena selama lebih dari sepekan ini, wilayah itu terus dilanda hujan deras disertai angin kencang.

BPBD Manggarai Timur juga menghimbau masyarakat untuk mengawasi anak-anak untuk tidak bermain di pingiran pantai, apalagi berenang di laut karena gelombang di wilayah perairan setempat sangat tinggi dan bisa membahayakan keselamatan.

Selain di wilayah pantai, masyarakat yang bermukim di hilir sungai untuk waspada dan sebaiknya meninggalkan rumah untuk berlindung di keluarga terdekat jika terjadi hujan pada malam hari.

"Himbauan ini semata-mata untuk menjaga keselamatan warga, jika terjadi luapan banjir ataupun longsor pada malam hari," demikian Anton Dergon.



Pewarta :
Editor: Laurensius Molan
COPYRIGHT © ANTARA 2026