Logo Header Antaranews Kupang

Banjir di Oesao Mulai Surut

Selasa, 14 Februari 2017 13:09 WIB
Image Print
Banjir di Kelurahan Oesao, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang, NTT mulai surut sehingga membuat warga kembali beraktivitas.
"Sejak curah hujan mulai berkurang, kawasan yang digenangi air di Kelurahan Oesao mulai surut," kata Vasco Soares.

Kupang (Antara NTT) - Banjir yang merendam 50 rumah penduduk di Kelurahan Oesao, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) berangsur surut.

Seperti di RT.38 Kelurahan Oesaso, Selasa, puluhan rumah warga yang digenangi air setinggi 30 cm dua pekan lalu, sudah mulai surut sejak Senin (13/2).

"Sejak curah hujan mulai berkurang, kawasan yang digenangi air di Kelurahan Oesao mulai surut," kata Sekretaris Kelurahan Oesao, Vasco Soares.

Ia mengatakan data yang dimiliki Pemerintah Kelurahan Oesao, sekitar 50 rumah warga di RT 37, 38, dan 39 terendam air ketika curah hujan tinggi menguyur Kabupaten Kupang dua pekan lalu, sehingga menimbulkan banjir dari kawasan persawahan Oesao meluap dan menggenangi rumah warga.

Selain terjadi luapan air banjir dari persawahan Oesao, rumah warga digenangi air yang meluap dari Kali Oesao.

Carles Fangidae, warga Kampung Baru, Kelurahan Oesao mengatakan banjir yang menggenangi rumah warga daerah ini selalu terjadi setiap tahun saat musim hujan.

"Ketika musim hujan, rumah warga di Kampung Baru selalu terendam air banjir. Warga sudah minta Pemerintah Kabupaten Kupang agar membangun drainase menuju Kali Oesao agar banjir di Oesao bisa teratasi," katanya lagi.


Rusak berat
Sementara dari Borong, Manggarai Timur dilaporkan bahwa puluhan bangunan di wilayah itu rusak berat akibat diterjang angin kencang yang melanda wilayah itu selama beberapa hari terakhir ini.

"Bangunan yang mengalami kerusakan itu lebih banyak adalah rumah-rumah penduduk, disamping sekolah dan rumah ibadah," kata Plt Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Manggarai Timur, Antonius Dergong kepada Antara melalui pesan singkat, Selasa.

Menurut dia, berdasarkan catatan sementara, rumah penduduk yang dilaporkan mengalami kerusakan berjumlah 25 unit.

Selain itu, tujuh gedung sekolah, satu rumah ibadah dan satu gedung pertemuan (aula paroki) serta sejumlah fasilitas umum juga roboh karena dihantam angin kencang.

Disamping itu, banyak sekali tanaman milik petani yang mengalami kerusakan, baik disebabkan karena angin kencang maupun banjir dan tanah longsor.

Dia mengatakan, laporan kerusakan ini masih bersifat sementara karena para petugas belum bisa fokus melakukan pendataan di lapangan, karena cuaca yang kurang memungkinkan.

Mengenai gedung sekolah, dia mengatakan, ada tujuh gedung sekolah yang rusak dan mengganggu aktivitas kegiatan belajar mengajar.

Ketujuh sekolah itu yakni gedung SMPN 9 Borong di Tilir, SMPN II Poco Ranaka Timur di Wae Nunung Desa Colol dan gedung SD Biting di Kecamatan Poco Ranaka Timur, SDN Lendang Neros dan SDN Pejek di Desa Pa`anleleng Kecamatan Kota Komba.

Dan gedung SDK Baras Kelurahan Nanga Baras dan MTS Alkalam di Desa Nanga Mbaur Kecamatan Sambi Rampas, dan SDN Watu Lando Desa Lamba Keli Kecamatan Lamba Leda.



Pewarta :
Editor: Laurensius Molan
COPYRIGHT © ANTARA 2026