
NTT Butuh Basarnas

Nusa Tenggara Timur sangat membutuhkan Basarnas, karena daerah ini rawan terhadap bencana alam.
Kupang (Antara NTT) - Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur Benni Litelnoni mengatakan Nusa Tenggara Timur sangat membutuhkan Basarnas, karena daerah ini rawan terhadap bencana alam.
"Basarnas sudah banyak melakukan operasi penyelamatan jika terjadi bencana alam di daerah ini," katanya pada peringatan HUT ke-45 Basarnas di Kupang, Selasa.
Ia mengatakan pemerintah daerah memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Basarnas Kupang atas segala keberhasilan yang diraih selama ini, terutama dalam operasi penyelematan kemanusiaan.
Sejak terjadi cuaca ekstrim di NTT banyak peritiwa bencana alam seperti ada nelayan yang terbawah arus laut dan berhasil diselamatkan Basarnas.
"Ini keberhasilan yang patut diapresiasi," katanya dan menambahkan pemerintah NTT terus mendorong Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD) di tingkat provinsi dan kabupaten/kota serta Tagana untuk terus bersinergi dengan Basarnas dalam operasi penyelamatan korban bencana alam di NTT.
"Dalam kegiatan operasi penyelamatan yang dilakukan Basarnas, personil dari BPBD NTT maupun kabupaten/kota selalu bersama Basarnas melakukan operasi penyelamatan," ujarnya.
Pola kerja sama ini perlu terus berlanjut agar berbagai operasi penyelematan dan penangulangan bencana alam di NTT dilakukan secara cepat, tepat demi meminimalisir terjadinya korban jiwa.
Dalam acara tersebut sejumlah personil Basarnas Kupang melakukan simulasi terhadap operasi penyelamatan korban yang terjebak dalam reruntuhan bangunan, serta penyelamatan korban dari ketinggian hingga melakukan proses evakuasi korban menggunakan ambulans tanpa ada hambatan.
Menurut Benni Litelnoni, simulasi yang dilakukan Basarnas Kupang sangat profesional untuk mau menunjukkan bahwa mereka selalu siap siaga dalam menghadapi setiap bencana alam.
"Personil profesional memang sangat dibutuhkan dalam upaya menangani persoalan kebencanaan di daerah ini. Dan hal ini sudah ditunjukkan dan dibuktikan oleh Basarnas Kupang," demikian Benni Litelnoni.
Pewarta : Bennidiktus Jahang
Editor:
Laurensius Molan
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
