Logo Header Antaranews Kupang

NTT Inflasi 0,24 Persen

Selasa, 2 Mei 2017 17:18 WIB
Image Print
Kepala BPS Nusa Tenggara Timur Maritje Pattiwalapia
"Inflasi ini terjadi karena adanya kenaikan indeks harga pada lima dari tujuh kelompok pengeluaran, yakni transportasi, komunikasi dan jasa keuangan yang memberi sumbangsih sebesar 1,94 persen," kata Maritje Pattiwalapia.

Kupang (Antara NTT) - Kepala Badan Pusat Statistik Nusa Tenggara Timur Maritje Pattiwalapia mengatakan Nusa Tenggara Timur mengalami inflasi sebesar 0,24 persen pada April 2017 setelah mengalami deflasi sebesar 0,79 persen pada Maret 2017.

"Inflasi ini terjadi karena adanya kenaikan indeks harga pada lima dari tujuh kelompok pengeluaran, yakni transportasi, komunikasi dan jasa keuangan yang memberi sumbangsih sebesar 1,94 persen," katanya di Kupang, Selasa.

Menurut dia, pemicu lainnya adalah kelompok sandang sebesar 0,85 persen, dan kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga sebesar 0,29 persen. .

Dia bahkan menyebut inflasi yang terjadi pada April 2017 ini searah dengan yang terjadi pada April 2016 yang mencapai 0,04 persen.

Maritje Pattiwalapia mengatakan kelompok bahan makanan memberikan andil negatif terjadinya inflasi sebesar 0,22 persen.

Dari 82 kota sampel IHK nasional, kata dia, terdapat 53 kota yang mengalami inflasi dan sisanya, 29 kota mengalami deflasi.

Inflasi tertinggi terjadi di Kota Pangkal Pinang sebesar 1,02 persen dan terendah terjadi di Kota Cilacap dengan inflasi sebesar 0,01 persen.

Sedangkan deflasi terbesar terjadi pada kota Singaraja yang sebesar 1,08 persen dan deflasi terkecil terjadi di kota Jakarta dan Manado yang sebesar 0,02 persen.

Sedangkan berdasarkan hasil penghitungan Indeks Harga Konsumen (IHK), pada bulan April 2017, Kota Kupang mengalami inflasi sebesar 0,29 persen, atau terjadi kenaikan IHK dari 129,19 pada bulan Maret 2017 menjadi 129,57 pada April 2017.

Inflasi Kota Kupang pada April 2017 didorong oleh kenaikan indeks harga pada tiga dari tujuh kelompok pengeluaran.

Kelompok pengeluaran yang mengalami kenaikan indeks tertinggi terjadi pada kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan yang naik sebesar 1,94 persen, dan diikuti oleh kelompok sandang sebesar 0,89 persen.

Sedangkan kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks harga terbesar adalah kelompok bahan makanan yang turun sebesar 0,84 persen.

Sama dengan tahun sebelumnya April 2016 dimana Kota Kupang mengalami inflasi sebesar 0,09 persen, pada April 2017 ini Kota Kupang juga mengalami inflasi sebesar 0,29 persen.

Beberapa komoditas utama yang menyumbang andil inflasi di Kota Kupang April 2017 antara lain naiknya harga tarif angkutan udara, kangkung, wortel, tahu mentah, pucuk labu, daun seledri, rokok kretek filter, besi beton, celana panjang jeans dan terong panjang.

Sedangkan, komoditas utama yang mengalami penurunan harga antara lain ikan kembung, ekor kuning, beras, cabai rawit, daging ayam ras, ikan tembang, cakalang/sisik, tomat sayur, semen, dan daging ayam kampung.

Sementara berdasarkan hasil penghitungan Indeks Harga Konsumen (IHK), pada bulan April 2017, Kota Maumere di Flores-NTT mengalami deflasi sebesar 0,17 persen, atau terjadi penurunan IHK dari 122,01 pada bulan Maret 2017 menjadi 121,80 pada April 2017.

Laju inflasi tahun kalender di Januari-April 2017 sebesar -0,05 persen dan laju inflasi "year on year" sebesar 3,96 persen.

Pemicu deflasi bulan April 2017 di Kota Maumere adalah karena turunnya indeks harga pada tiga dari tujuh kelompok pengeluaran. Kelompok bahan makanan mengalami penurunan indeks terbesar yakni sebesar 0,87 persen dan diikuti kelompok makanan jadi yang turun sebesar 0,03 persen.



Pewarta :
Editor: Laurensius Molan
COPYRIGHT © ANTARA 2026