
BPS: NTT mengalami inflasi 2,76 persen pada Mei 2026

Kupang, NTT (ANTARA) - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mengalami inflasi tahunan (year-on-year/yoy) sebesar 2,76 persen pada Mei 2026, meningkat dibandingkan April 2026 yang tercatat 2,69 persen.
“Inflasi tahunan NTT naik menjadi 2,76 persen pada Mei 2026 dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 110,60,” kata Kepala BPS Provinsi NTT Matamira B. Kale di Kupang, Selasa.
Adapun inflasi tertinggi terjadi di Waingapu sebesar 3,71 persen dengan IHK 112,64, sedangkan inflasi terendah terjadi di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) sebesar 0,95 persen dengan IHK 110,82.
Ia menjelaskan inflasi tahunan didorong kenaikan harga pada 10 dari 11 kelompok pengeluaran, terutama kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya, transportasi, serta makanan, minuman dan tembakau.
Sementara itu, kelompok pendidikan mengalami penurunan indeks harga sebesar 2,25 persen.
Selain inflasi tahunan, NTT juga mengalami deflasi bulanan (month-to-month/mtm) sebesar 0,26 persen pada Mei 2026 setelah pada Januari hingga April mengalami inflasi.
Adapun secara tahun kalender (year-to-date/ytd), inflasi tercatat sebesar 1,52 persen.
Matamira menjelaskan deflasi bulanan terutama dipengaruhi turunnya indeks harga kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 1,24 persen dengan andil minus 0,46 persen, serta kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,49 persen dengan andil minus 0,03 persen.
“Deflasi bulanan terjadi hampir di seluruh wilayah cakupan IHK di NTT, kecuali Kota Kupang. Deflasi tertinggi tercatat di Kabupaten TTS sebesar 1,06 persen, sedangkan yang terendah di Kabupaten Ngada sebesar 0,01 persen,” katanya.
Ia menyampaikan komoditas yang paling besar mendorong deflasi bulanan pada Mei 2026 adalah cabai rawit dengan andil minus 0,15 persen, daging ayam ras minus 0,14 persen, tomat minus 0,08 persen, emas perhiasan minus 0,05 persen, dan ikan tembang minus 0,04 persen.
Adapun penurunan harga cabai rawit dan tomat dipengaruhi meningkatnya pasokan dari sentra produksi seiring musim panen.
Di sisi lain, komoditas yang menghambat deflasi atau mendorong inflasi bulanan antara lain bahan bakar rumah tangga dengan andil 0,08 persen, daun singkong 0,03 persen, mobil 0,03 persen, bunga pepaya 0,02 persen dan nasi dengan lauk 0,02 persen.
Pewarta : Yoseph Boli Bataona
Editor:
Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026
