Logo Header Antaranews Kupang

Wapres: Perlu Evaluasi Antarlembaga Cegah Korupsi

Rabu, 16 November 2016 12:29 WIB
Image Print
Wakil Presiden Jusuf Kalla ((Antara Foto/R Rekotomo))

Oleh Azizah Fitriyanti

Jakarta (Antara NTT) - Wakil Presiden Jusuf Kalla mengharapkan adanya evaluasi antarlembaga untuk mencegah tindak pidana korupsi.

"Secara hukum kelembagaan, kita sudah punya sistem yang begitu banyaknya melibatkan berbagai lembaga sehingga kita perlu evaluasi," kata Wapres RI dalam pembukaan "International Business Integrity Conference" (IBIC) 2016 di Grand Sahid Jakarta, Rabu.

Menurut JK, Indonesia telah memiliki kerangka dan lembaga hukum yang cukup banyak dalam mencegah dan menindak korupsi, mulai dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), polisi, jaksa, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), hingga inspektur pusat dan daerah.

"Dari sisi pemerintahan, begitu banyak lembaga saling kontrol satu sama lain hingga bingung siapa yang paling berhak mengontrol," kata dia.

Banyaknya lembaga dalam pemerintahan itu masih ditambah dengan berbagai lembaga swadaya masyarakat yang senantiasa mengawasi kinerja pemerintah.

Oleh karena itu, Wapres berharap agar lembaga-lembaga tersebut saling bekerja sama dan melakukan evaluasi secara reguler karena pada intinya tujuan yang ingin dicapai adalah sama, yakni mencapai masyarakat yang adil dan makmur.

Dalam pembukaan acara IBIC 2016 tersebut, Wapres RI juga menyoroti kinerja semua lembaga sehingga korupsi menurun.

"Sering orang salah menilai kalau KPK banyak menghukum berarti sukses, padahal sedikit menghukum berarti itu keberhasilan, semuanya harus dilihat secara utuh," ujar JK.

IBIC 2016 diselenggarakan oleh KPK dengan tema "Tren, Tantangan dan Kerja Kolektif dalam Pencegahan Korupsi" yang diikuti lembaga pemerintahan, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), dan komisi anti-korupsi dari negara-negara sahabat, antara lain Malaysia, Singapura dan Timor Leste.



Pewarta :
Editor: Kornelis Aloysius Ileama Kaha
COPYRIGHT © ANTARA 2026