Logo Header Antaranews Kupang

Ekonom: Program Tol Laut Tekan HST

Kamis, 3 Agustus 2017 18:31 WIB
Image Print
Ekonom Dr James Adam (dok)
Program Tol Laut yang dicetuskan Presiden Joko Widodo dapat menekan peningkatan kecepatan mobilitas barang dan orang (HST-High Speed Train) dan disparitas harga yang disebabkan oleh jarak tempuh sarana transportasi.


Kupang (Antara NTT) - Ekonom Dr James Adam mengatakan program Tol Laut yang dicetuskan Presiden Joko Widodo dapat menekan peningkatan kecepatan mobilitas barang dan orang (HST-High Speed Train) dan disparitas harga yang disebabkan oleh jarak tempuh sarana transportasi.

"Program Tol Laut tersebut dapat menekan disparitas harga karena adanya peningkatan kecepatan mobilitas barang dan orang dan keterjangkauan harga dan keterpaduan antarmoda transportasi dengan mengutaman aspek keamanan, kenyamanan, serta keselamatan penumpang," katanya di Kupang, Kamis, (3/8).

Menurut dia, masyarakat di kawasan timur Indonesia lebih merasakan perkembangan HST dan disparitas harga dalam proses perdagangan antarwilayah di Tanah Air karena jarak tempuh sarana transportasi. Jarak tempuh sarana transportasi darat, laut dan udara dalam proses perdagangan telah menimbulkan perbedaan harga dari lokasi proses produksi (pabrik) hingga hasil produksi itu diperdagangkan.

"Berbeda kalau disparitas harga itu tercipta karena sebab lain, misalnya, masalah politik dan sebab pembangunan sehingga menyebabkan kesenjangan sosial dalam satu kesatuan bangsa," katanya.

Anggota IFAD (International Fund for Agricultural Development) untuk program pemberdayaan masyarakat pesisir NTT mengatakan apabila terjadi demikian maka konteks pernyataan akan lain dari Kadin yang membawa visi dan misi mensejahterakan masyarakat terutama pedagang yang masih masuk kategori kecil.

"Bahwa sejak 2009 lalu hingga saat ini pemerintah masih terus berkonsentrasi memprioritaskan pembangunan di kawasan timur Indonesia, namun masih juga terjadi disparitas harga yang perlu dicarikan solusinya," kata James.

Mantan dosen Unkris Artha Wacana Kupang itu menyebut harga sejumlah kebutuhan dasar seperti BBM, bahan bangunan, dan sembako bisa berlipat-lipat dibanding harga produk yang sama di Pulau Jawa dan Sumatera.

Padahal, tingginya harga kebutuhan di daerah pedalaman Papua dan kawasan timur Indonesia lainnya, tidaklah dibarengi dengan besaran pendapatan per kapita penduduk, sehingga kemiskinan masih tetap merajalela.

Untuk itu, katanya, salah satu program Tol Laut yang tengah berjalan dalam pemerintahan Jokowi-JK ini diharapkan dapat mengatasi berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat di Indonesia timur.



Pewarta :
Editor: Laurensius Molan
COPYRIGHT © ANTARA 2026