
Pelantikan Sekda NTT Berlangsung Agustus

"Pemerintah pusat sudah menentukan keputusan dari nama-nama yang kami usulkan, dan pelantikan akan dilakukan dalam bulan Agustus ini," kata Gubernur Frans Lebu Raya.
Kupang (Antara NTT) - Gubernur Nusa Tenggara Timur Frans Lebu Raya mengatakan pelantikan Sekretaris Daerah (Sekda) NTT akan dilakukan dalam bulan Agustus 2017 ini.
"Pemerintah pusat sudah menentukan keputusan dari nama-nama yang kami usulkan, dan pelantikan akan dilakukan dalam bulan Agustus ini," katanya kepada wartawan di Kupang, Selasa.
Pemerintah provinsi NTT telah mengirim tiga nama calon Sekretaris Daerah (Sekda) kepada Menteri Dalam Negeri yakni, Tini Tadeus, Sisilia Sona dan Benediktus Polo Maing.
Gubernur Lebu Raya mengatakan, Mendagri telah menentukan hasilnya dari ketiga calon yang diusulkan tersebut dan akan segera ditindaklanjuti dengan pelantikan dalam bulan ini.
Ia mengatakan, informasi mengenai Sekda yang telah ditetapkan juga sudah diberitakan media cetak daerah yaitu Benediktus Polo Maing yang terpilih menjadi Sekda NTT.
"Hasilnya kan sudah ada diberitakan hari ini dan segera dilantik dalam bulan ini," kata Gubernur namun belum menyebutkan tanggal pelantikan dan Sekda NTT terpilih.
Sekda yang terpilih akan menggantikan Fransiskus Salem yang telah mengakhiri masa tugasnya mulai 1 Juli 2017.
Sebelumnya, Sekda NTT Fransiskus Salem yang pernah menjabat sebagai Kadis Sosial NTT serta sejumlah jabatan di lingkungan Setda NTT itu telah menyampaikan pesan untuk penggantinya tentang dua tugas dasar yang harus dilaksanakan.
Dua tugas dasar itu, yakni pengelolaan APBD dan pengurusan Aparatur Sipil Negera (ASN). "Dua hal ini sangat penting yang perlu diperhatikan oleh Sekda NTT yang baru," ujarnya.
"Siapa yang jadi Sekda NTT menggantikan saya, maka harus paham benar soal pengelolaan APBD. Begitu juga soal aparatur," demikian Fransiskus Salem.
Pewarta : Aloysius Lewokeda
Editor:
Laurensius Molan
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
