
Pilgub NTT Diprediksi Empat Paket

"Dengan melihat dinamika yang ada, kemungkinan akan ada empat paket calon yang nantinya akan bertarung dalam Pilgub NTT 2018," kata Ahmad Atang.
Kupang (Antara NTT) - Pengamat politik dari Universitas Muhammadyah Kupang Dr Ahmad Atang MSi memprediksi pemilihan umum Gubernur dan Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur pada 2018 diikuti empat paket pasangan calon.
"Dengan melihat dinamika yang ada, kemungkinan akan ada empat paket calon yang nantinya akan bertarung dalam Pilgub NTT 2018," kata Ahmad Atang kepada Antara di Kupang, Senin, terkait peluang paket di Pilgub NTT.
Empat paket calon yang diprediksi tampil di Pilgub NTT adalah paket Jacki Uly-Melkianus Laka Lena yang diusung Partai Golkar-Nasdem dengan bermodalkan 19 kursi.
Paket kedua adalah Esthon Foenay-Christian Rotok yang diusung Partai Gerindra-Partai Amanat Nasional (Gerindra-Pan) dengan bermodalkan 13 kursi.
"Kini tinggal dua pasangan calon yang diperebutkan oleh PDI Perjuangan, Demokrat, Hanura, PKB, PKS dan PKPI dengan bermodalkan 33 kursi yang belum terpakai," ujarnya.
Sisa 33 kursi itu terdiri dari PDI Perjuangan 10 kursi, Demokrat delapan kursi, PKB dan Hanura masing-masing lima kursi dan PKPI tiga kursi serta PKS dua kursi.
Menurut dia, peluang dua paket lain yang bisa membentuk koalisi adalah paket yang diusung Partai Demokrat dengan delapan kursi dan PDI Perjuangan dengan 10 kursi di DPRD NTT.
Demokrat dan PDIP, kata dia, sedang didikte oleh partai kecil dengan menaikan posisi tawar sebagai mitra koalisi, sehingga tidak ada pilihan lain bagi PDIP dan Demokrat kecuali membangun koalisi dengan komposisi win-win solution. Kondisi inilah yang membuat PDIP dan Demokrat sedang berpacu dengan waktu.
"Demokrat memiliki figur Beny Kabur Harman sebagai nilai jual untuk meraih koalisi, sedangkan PDIP memiliki modal politik yang cukup maka pertarungan figur dan modal pilitik menjadi nilai jual dalam membangun mitra koalisi," demikian Ahmad Atang.
Demikian dikemukakan Sekretaris Partai Demokrat NTT Fernandus Leu kepada Antara di Kupang, Senin, terkait arah koalisi Partai Demokrat menjelang Pilgub NTT untuk meloloskan Beny Kabur Harman menjadi calon gubernur.
Mengenai calon pendamping Beny Harman, dia mengatakan saat ini masih dalam penjajakan, salah satunya adalah Benny A Litelnoni yang saat ini masih menjabat sebagai Wakil Gubernur NTT.
Menurut dia, jika Beny Kabur Harman meminang Benny Litelnoni maka keduanya berpeluang diusung Partai Demokrat, PKPI, dan Partai Hanura. Partai lainnya, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Kebangkitan bangsa (PKB) bisa bergabung.
"Sekarang kami intens melakukan komunikasi dengan partai politik lain yang kami pandang bisa berkoalisi dengan Partai Demokrat guna mengusung pasangan calon. Saya optimistis bisa mengusung pasangan calon untuk Pilgub NTT 2018," katanya.
Ia mengatakan Beny Kabur Harman (BKH) adalah kader partai yang telah siap maju mengabdi untuk NTT, dan semua jajaran partai mulai dari DPD sampai di tingkat kabupaten/kota, kecamatan, kelurahan dan desa tetap bersatu dan solid mendukung BKH dalam pilgub NTT 2018.
Pewarta : Bernadus Tokan
Editor:
Laurensius Molan
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
