NasDem Dipersimpangan Jalan Pilgub NTT

id NasDem

Alex Ena

Akibatnya, DPW Partai NasDem NTT masih harus menunggu arahan dari DPP terkait figur bakal calon gubernur yang akan diusung dalam pemilu Gubernur-Wakil Gubernur NTT pada 2018 mendatang.
Kupang (Antara NTT) - Partai NasDem Nusa Tenggara Timur bagai dipersimpangan jalan menuju Pemilu Gubernur-Wakil Gubernur NTT periode 2018-2023 pada Juni 2018, karena telah pecah kongsi dengan Golkar sebagai partai koalisi yang tinggal hanya melaksanakan deklarasi.

Akibatnya, DPW Partai NasDem NTT masih harus menunggu arahan dari DPP terkait figur bakal calon gubernur yang akan diusung dalam pemilu Gubernur-Wakil Gubernur NTT pada 2018 mendatang.

"Kami masih menunggu keputusan lebih lanjut dari DPP, setelah mengalami kebuntuan dengan Partai Golkar dalam rapat membahas persiapan deklarasi paket Jacki Uly-Melkianus Laka Lena pekan lalu," kata Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPW Partai NasDem NTT, Alex Ena, Kamis.

Anggota DPRD NTT itu mengatakan belum bisa memastikan apakah ada pergantian bakal calon gubernur yang telah ditetapkan sebelumnya yakni Jacki Uly yang juga Ketua DPW Partai NasDem NTT dan juga mantan Kapolda NTT 2001-2002.

"Prinsipnya, kami hanya menunggu keputusan dari DPP untuk mengesekusi, baik itu menyangkut partai koalisi maupun bakal calon yang bakal diusung dalam ajang Pilgub NTT pada 2018 mendatang," katanya,

Secara terpisah, Ketua DPD Partai Golkar NTT Melkianus Laka Lena mengatakan pihaknya juga masih menunggu arahan dari DPP Partai Golkar, terkait arah koalisi. Arahan dimaksud terkait arah koalisi maupun figur bakal calon.

Menurutnya, semua proses dikembalikan ke DPP Golkar untuk mengatur langkah politik ke depan. "Kita serahkan semuanya ke DPP Partai Golkar untuk menentukan arah dan langkah-langkah politik selanjutnya," kata Laka Lena.

Akibatnya, DPW Partai NasDem NTT masih harus menunggu arahan dari DPP terkait figur bakal calon gubernur yang akan diusung dalam pemilu Gubernur-Wakil Gubernur NTT pada 2018 mendatang.

Pasangan Jacki Uly-Melkianus Laka Lena sebelumnya digadang- gadang maju dalam Pilgub NTT 2018 yang diusung Partai NasDem dan Golkar. Namun, pasangan tersebut langsung memilih berpisah sebelum masuk ke ranjang deklarasi.

Partai Golkar sebagai pemenang pemilu 2014 dengan kekuatan 11 kursi di DPRD Nusa Tenggara Timur, menolak disandingkan di posisi nomor dua sebagai wakil gubernur untuk mendampingi calon gubernur dari Partai NasDem.

Kesepakatan untuk pisah ranjang itu dihasilkan setelah pertemuan tim Pilkada DPP Golkar yang membahas mengenai berbagai perkembangan Pilkada di NTT, khususnya Pilgub NTT. 
Pewarta :
Editor: Laurensius Molan
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar