
Surya Paloh: Praktik politik menjauh dari nilai ideal

Surabaya (ANTARA) - Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh menilai praktik politik di Indonesia saat ini semakin menjauh dari nilai-nilai ideal karena ditandai dengan menguatnya kegaduhan di ruang publik tanpa diiringi kedalaman substansi.
“Yang kita lihat hari ini bukan kekayaan pikiran, tetapi kemiskinan nalar yang dipertontonkan. Ruang publik kian bising oleh opini tanpa dasar, perdebatan tanpa arah dan kegaduhan yang miskin substansi,” kata Surya Paloh saat menghadiri pengukuhan Dossy Iskandar Prasetyo sebagai guru besar di Universitas Bhayangkara Surabaya, Jawa Timur, Rabu.
Menurut Surya Paloh, diskursus publik saat ini cenderung bergeser dari adu gagasan menjadi sekadar pertunjukan sensasi.
"Perdebatan berlangsung dangkal dan menjauh dari isu-isu strategis yang seharusnya menjadi fokus bersama," katanya.
Ia juga menyoroti melemahnya kohesi sosial di tengah masyarakat seperti menurunnya tingkat kepercayaan antarwarga dan digantikan oleh sikap individualisme serta orientasi material yang kian menguat.
Dalam kondisi tersebut, nilai-nilai dasar seperti kejujuran, keadilan, dan kebenaran, menurutnya, kerap mengalami penyederhanaan hingga kehilangan makna substansial.
Surya Paloh menilai persoalan yang dihadapi bangsa tidak semata terletak pada kelemahan institusi, melainkan berakar pada krisis karakter.
Ia mengkritik kecenderungan publik yang lebih sering mencari pihak yang disalahkan tanpa diimbangi refleksi diri.
“Bangsa ini gemar mencari kambing hitam, tetapi miskin keberanian untuk mengoreksi diri,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya peran perguruan tinggi agar tetap relevan dalam menjawab tantangan zaman.
Ia berharap kampus mampu melahirkan gagasan besar yang aplikatif serta menjadikan ilmu pengetahuan sebagai alat koreksi sosial dan pendorong perubahan.
Sementara itu, dalam pidato ilmiahnya, Prof. Dossy mengangkat tema “Ide Normatif Partai Politik dalam Konteks Konstitusi dan Cita Demokrasi”.
Ia menegaskan bahwa partai politik seharusnya tidak hanya menjadi kendaraan kekuasaan, melainkan berfungsi menjaga konstitusi, merawat etika demokrasi, serta menyalurkan aspirasi publik secara berintegritas.
Ia menambahkan, gagasan itu harusnya menjadi refleksi atas kondisi praktik politik saat ini.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Ini penilaian Surya Paloh pada praktik politik saat ini
Pewarta : Willi Irawan/Faizal Falakki
Editor:
Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026
