Logo Header Antaranews Kupang

BPBD data kerusakan rumah di Flores Timur

Jumat, 2 Februari 2018 12:26 WIB
Image Print
Seorang pria sedang memperbaiki atap rumahnya yang rusak akibat diterjang angin kencang. (Foto ANTARA/Petrus Diaz)
"Saat ini kami masih mendata lagi jumlah rumah yang rusak di Larantuka, belum termasuk di pulau, Adonara, serta di kecamatan lainnya," kata Yohanes Bergmans Hayon.

Kupang (AntaraNews NTT) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Flores Timur hingga saat ini terus mendata jumlah rumah yang rusak akibat diterjang angin langkisau (puting beliung) sejak Minggu (28/1) hingga Selasa (30/1).

"Saat ini kami masih mendata lagi jumlah rumah yang rusak di Larantuka, belum termasuk di pulau Adonara, serta di kecamatan lainnya," kata Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Yohanes Bergmans Hayon saat dihubungi Antara dari Kupang, Jumat, (2/2).

Sebelumnya pada Minggu (28/1), pekan lalu, angin langkisau menerjang wilayah FLores Timur khususnya di Kota Larantuka dan sekitarnya sampai dengan Selasa (30/1).

Akibat angin langkisau tersebut, rumah yang pada awalnya didata hanya puluhan yang rusak, kali ini bertambah jumlahnya menjadi ratusan rumah.

Yohanes mengatakan bahwa hingga Rabu (31/1) lalu, jumlah rumah yang rusak dan terdaftar oleh petugas BPBD daerah tersebut mencapai 144 rumah. "Tetapi itu jumlah dua hari yang lalu. Kalau data yang Kamis (1/2) kemarin belum saya terima lagi," ujarnya.

Iapun memastikan jumlah rumah yang rusak itu akan terus bertambah seiring proses pendataan yang masih terus dilakukan oleh petugas BPBD di Flores Timur.

"Disamping itu juga koordinasi dengan para camat, lurah serta kepala desa di Flores Timur juga masih dilakukan," tambahnya.

Pria yang biasa disapa dengan Yoris ini juga menyebutkan kerusakan tersebut terjadi pada komponen atap bangunan, baik rumah, dapur, sarana ibadah maupun tempat usaha.

Iapun merincikan kerusakan tersebut terdiri dari, kerusakan rumah penduduk sebanyak 98 unit, dapur 29 unit, fasilitas umum dua unit, WC dan Kamar Mandi, 9 unit, sarana ibadah dan tempat usaha seperti warung makan selama lima unit.

Khusus untuk rumah penduduk, dari 98 unit yang rusak, 23 rumah berkategori rusak berat, 20 rusak sedang dan 55 rusak ringan. "Tetapi lebih banyak kerusakan terjadi pada atap rumah, karena tertimpa pohon yang tumbang," ujarnya.



Pewarta :
Editor: Bernadus Tokan
COPYRIGHT © ANTARA 2026