
Format debat cagub NTT diperbaiki

Komisi Pemilihan Umum Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) memperbaiki format debat calon Gubernur-Wakil Gubernur NTT periode 2018-2023 sesuai harapan masyarakat.
Kupang (AntaraNews NTT) - Komisi Pemilihan Umum Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) memperbaiki format debat calon Gubernur-Wakil Gubernur NTT periode 2018-2023 sesuai harapan masyarakat.
"Kami sudah memperbaiki format debat sesuai keinginan masyarakat NTT. Nanti, pada debat calon kedua ini, ada satu segmen yang disiapkan moderator untuk memberikan kesempatan kepada para calon saling berdebat tentang program yang ditawarkan," kata Juru Bicara KPU NTT Yosafat Koli kepada Antara di Kupang, Senin (7/5).
Debat calon Gubernur-Wakil Gubernur NTT kedua yang akan dipandu presenter Anisha Dasuki ini akan disiarkan secara langsung oleh stasiun televisi INews Jakarta pada 8 Mei 2018.
Mengenai materi debat, dia mengatakan, materi dalam debat kedua ini adalah tentang pemberantasan korupsi dan penataan birokrasi. Materi debat ini dilatari oleh banyaknya kasus korupsi yang melibatkan kepala daerah di Indonesia, hanya karena masalah sepele.
"Jadi lebih pada pengelolaan keuangan dan ini tentu tidak bisa terlepas dari penataan birokrasi yang lebih profesional," katanya dan menambahkan pemberantasan korupsi harus dimulai dari penataan birokrasi. "Kalau birokrasinya profesional dalam mengelola anggaran, dengan sendirinya korupsi bisa dihindari," katanya.
Debat terbuka itu akan diikuti empat pasangan calon Gubernur-Wakil Gubernur NTT masing-masing Esthon L Foenay-Christian Rotok (Esthon-Chris), Marianus Sae Emilia Nomleni (MS-Emi), Benny K Harman-Benny A Litelnoni (Harmoni), dan Viktor Bungtilu Laiskodat-Joseph Nae Soi (Victory-Joss).
Pewarta : Bernadus Tokan
Editor:
Laurensius Molan
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
