Paus berkepala melon terdampar di Pantai Oesapa

id PAUS MELON

Paus berkepala melon terdampar di Pantai Oesapa

Seekor paus berkepala melon (Peponocephala Electra), Sabtu (12/5) terdampar di Pantai Oesapa Kupang, Nusa Tenggara Timur. Warga berusaha untuk mengembalikan ke habitannya, namun paus tersebut lebih memilih bermain di tepi pantai Oesapa. (ANTARA Foto/Kornelis Kaha)

Seekor paus berkepala melon (Peponocephala Electra), Sabtu (12/5), terdampar di pesisir pantai Oesapa, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur.
Kupang (AntaraNews NTT) - Seekor paus berkepala melon (Peponocephala Electra), Sabtu (12/5), terdampar di pesisir pantai Oesapa, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur.

Sejumlah nelayan dan beberapa petugas dari Balai Sumber Daya Pesisir dan Laut (BPDSL) Nusa Tenggara Timur, berusaha untuk memandu paus tersebut kembali ke habitatnya.

"Paus ini sudah terdampar sejak pukul 11.30 Wita dan kami berusaha untuk mendorong kembali ke laut lepas, namun dia (paus) selalu kembali ke pesisir," kata Marlen Mesakh Nale kepada wartawan.

Marlen menceritakan keberadaan paus itu pertama kali diketahui oleh nelayan setempat yang sedang melakukan berbagai aktivitas di pesisir pantai.

Usai mengetahui hal itu, nelayan yang sedang beraktivitas itu memanggil nelayan lainnya untuk mendorong paus berkepala melon itu ke dalam laut.

Baca juga: Wisata Menonton Ikan Paus Mulai

Namun, usaha itu sia-sia sebab selama kurang lebih empat jam paus itu tak ingin kembali ke habitatnya di laut lepas.

Bahkan sampai pukul 16.00 Wita paus itu masih berada di pesisir pantai dan dikerubuti warga sekitar yang sedang berekreasi di pesisir pantai tersebut.

Hampir di sekujur tubuh dari mamalia itu mengalami luka sayatan. Selain itu di dekat ekornya, ada bekas luka tombak yang diduga karena ditombak oleh para pemburu paus yang tak bertanggungjawab.

Sementara itu Staf Balai Sumber Daya Pesisir dan Laut (BSDPL) Jawa Timur-Bali-Nusa Tenggara Barat-Nusa Tenggara Timur Puput Yuniarti mengatakan terdamparnya paus itu diduga karena terpisah dari kawanannya.

"Paus ini susah kembali ke laut karena bisa juga mengalami stres karena dari siang dikerubuti warga, apalagi saya dengar ada yang menaikinya. Hal ini juga yang menyebabkan dia lelah dan susah berenang," tuturnya.

Sampai berita ini diturunkan paus tersebut masih bermain-main di sekitar bibir pantai Oesapa tersebut.