Manggarai Barat aktifkan penyemprotan cegah peningkatan DBD

id demam berdarah,labuan bajo,manggarai barat,NTT

Manggarai Barat aktifkan penyemprotan cegah peningkatan  DBD

Wakil Bupati Manggarai Barat Yulianus Weng (ANTARA/Fransiska Mariana Nuka)

Selain pemberian abate, di rumah yang padat penduduk itu sedang dilakukan pengasapan untuk membunuh nyamuk dewasa,
Labuan Bajo (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat mengaktifkan penyemprotan insektisida untuk membunuh nyamuk (fogging) guna mencegah peningkatan kasus demam berdarah di Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur.

“Selain pemberian abate, di rumah yang padat penduduk itu sedang dilakukan pengasapan untuk membunuh nyamuk dewasa,” kata Wakil Bupati (Wabup) Manggarai Barat Yulianus Weng di Labuan Bajo, Selasa (16/11).

Wabup Weng meminta tenaga kesehatan yang berada di puskesmas untuk tanggap apabila ada kasus yang dicurigai (suspek) demam berdarah. "Jika ditemukan, puskesmas harus segera melakukan penyelidikan epidemiologi. Dengan demikian, penanganan terhadap masyarakat bisa tepat dan cepat."

Bagi daerah yang ditemukan banyaknya jentik nyamuk, petugas akan turun untuk membagikan abate. Namun bagi daerah yang memiliki banyak nyamuk dewasa, maka perlakuan yang diberikan yakni pengasapan.

Wabup Weng mengatakan pemerintah berupaya untuk menekan angka kasus demam berdarah agar tidak terjadi kematian. Dia mengatakan para petugas kesehatan telah memulai pengasapan atau penyemprotan insektisida terlebih dahulu pada lingkungan padat penduduk dengan kasus demam berdarah terbanyak.

Data Dinas Kesehatan Manggarai Barat, tren kasus positif demam berdarah selama bulan November 2021 fluktuatif. Angka kasus positif pada tanggal 15 November mencapai 18 kasus, setelah sebelumnya nol kasus pada tanggal 14 November dan 17 kasus pada tanggal 13 November.

Baca juga: Kemenkes: Lima daerah dengan angka kasus DBD tertinggi 2021,
Baca juga: Dinkes Kota Kupang : Setiap rumah harus ada juru pemantau jentik


Namun, jika dilihat berdasarkan data perkembangan kasus per bulan sejak bulan Januari 2021, angka kasus terus meningkat dengan jumlah 15 kasus di bulan September, naik 78 kasus pada bulan Oktober, dan 151 kasus hingga 16 November 2021.

Kini, total kasus positif dan suspek demam berdarah sejak Januari 2021 hingga 16 November 2021 mencapai 304 kasus. Sementara itu jumlah pasien demam berdarah yang sedang dirawat sebanyak 31 orang, dengan rincian 17 orang di RSUD Komodo Labuan Bajo, 6 orang di Puskesmas Labuan Bajo, 5 orang di Puskesmas Wae Nakeng, 1 orang di RS St Yoseph, dan 2 orang di RS Siloam.

Jumlah pasien sembuh dari demam berdarah hingga kini telah mencapai 273 orang dengan tidak ada pasien yang meninggal karena demam berdarah.

Wabup Weng meminta masyarakat untuk tetap menjaga kebersihan lingkungan dengan bergotong royong membersihkan rumah dan halaman sekitar.

Dia berharap tidak ada kaleng bekas atau tempat genangan air yang bisa menjadi sarang perindukan nyamuk. “Jika ada yang sakit, panas, segera lapor petugas kesehatan terdekat untuk ditangani,” imbau Wabup Weng.