Pasokan Listrik Aman Selama Ramadhan

id PLN

Sejumlah petugas dari PT PLN (Persero) Area Kupang, sedang mempersiapkan peralatan guna memperbaiki jaringan listrik di wilayah Kota Kupang dan sekitar, Rabu (25/4). (ANTARA Foto/Kornelis Kaha)

Kami pastikan bahwa pasokan listrik selama bulan puasa suci Ramadhan aman, karena cadangan daya di setiap sistem cukup memadai dengan daya sekitar 50 MW,
Kupang,  (AntaraNews NTTo) - PT PLN (Persero) Wilayah Nusa Tenggara Timur menjamin pasokan listrik di wilayah provinsi berbasis kepulauan ini aman selama bulan suci Ramadhan 1439 H dengan daya cadangan yang dimiliki sekitar 50 MW.

"P" kata Manager Teknik PT PLN Persero Wilayah NTT I Putu Sudarsa di Kupang, Rabu.

Ia mengatakan, sistem kelistrikan di provinsi setempat, dari ujung barat Pulau Flores hingga Pulau Rote dalam kondisi kelebihan daya (surplus).

Cadangan daya yang paling banyak terutama pada sistem di Pulau Timor sebesar 30,89 MW dengan sistem yang sudah terinterkoneksi dengan transmisi 70 kilovolt dari Kota Kupang hingga Kabupaten Belu.

Selain itu sistem di Pulau Flores juga memiliki cadangan daya 13,91 MW, Pulau Sumba 2,73 MW, serta pulau-pulau kecil lainnya dengan total sebesar 4,48 MW.

Menurut Sudarsa, kalaupun ada salah satu pembangkit besar di masing-masing sistem yang rusak, maka masih bisa di-backup dengan cadangan daya yang ada di sistem tersebut.

Ia mengatakan, jika ada kondisi listrik di beberapa daerah yang mendadak padam karena sistem jaringan bersifat terbuka sehingga rawan terhadap gangguan.

"Namun kami tetap meminimalisir gangguan tersebut. Mayoritas karena pohon-pohon, selain itu juga ulah dari oknum-oknum masyarakat yang suka membuang dahan pohon ke jaringan," katanya.

Dengan kondisi daya yang ada, lanjutnya, maka kebutuhan bagi masyarakat selama bulan puasa hingga menyambut Hari Raya Ramadhan dapat terpenuhi.

"Kami berharap pasokan listrik yang cukup aman ini bisa memperlancar ibadah puasa umat muslim maupun aktivitas masyarakat lainnya di daerah ini," katanya.

 
Pewarta :
Editor: Kornelis Aloysius Ileama Kaha
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar