
La Nina Masih Lemah

Suhu muka laut di perairan Indonesia (termasuk NTT) terpantau lebih hangat dari rata-rata sehingga dapat menambah suplai uap air di atmosfer untuk pembentukan awan penghujan..
Kupang (Antara NTT) - Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Lasiana Kupang Lasiana Kupang Apolinaris Geru mengatakan, hingga awal Desember 2016, kondisi global masih menunjukkan gejala La Nina Lemah (weak nina).
Selain itu, suhu muka laut di perairan Indonesia (termasuk NTT) terpantau lebih hangat dari rata-ratanya, sehingga dapat menambah suplai uap air di atmosfer untuk pembentukan awan penghujan, kata Apolinaris Geru menjawab Antara di Kupang, Rabu, terkait antisipasi cuaca ekstrim La Nina.
Fenomena cuaca akstrim La Nina, yang antara lain menimbulkan curah hujan tinggi sudah terjadi di Tanah Air, dan pengaruhnya bisa berbeda-beda di setiap daerah, termasuk di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Cuaca akstrim yang terjadi di beberapa wilayah di Indonesia saat ini tidak tertutup kemungkinan terjadi juga di wilayah NTT.
"Berdasarkan hasil monitoring, sampai awal Desember 2016, kondisi global masih menunjukkan La Nina lemah (weak nina)," katanya.
Menurut dia, Monsun Asia (yg bersifat basah karena membawa banyak uap air), jadi sudah mulai aktif berhembus.
Kondisi dinamis atmosfer tersebut diatas memberi signal bahwa di sebagian besar NTT telah dan akan memasuki awal musim hujan 2016/2017, katanya menjelaskan.
Mengenai musim hujan, dia mengatakan, sebagian zona musim di wilayah Nusa Tenggara Timur telah memasuki awal musim hujan.
"Berdasarkan analisis terhadap data hujan dari pos kerja sama se-NTT yang kami terima, sampai dengan akhir November 2016, dan kondisi cuaca hingga awal Desember 2016, diketahui bahwa sebagian besar zona musim di NTT telah memasuki awal musim hujan 2016/2017," katanya.
Khusus untuk wilayah Ende atau Flores bagian tengah, mulai pekan lalu sudah memasuki awal musim hujan, katanya menjelaskan.
Kecuali wilayah Flores bagian Timur seperti Maumere dan Flores Timur, yang diprediksi akan memasuki awal musim hujan pada akhir Desember 2016.
Tentang curah hujan, dia mengatakan, berdasarkan prakiraan curah hujan dasarian I Desember 2016, pada umumnya wilayah NTT mengalami curah hujan berkisar 20-100 milimeter (mm) sebesar 70-90 persen.
Namun, kata dia untuk peluang curah hujan 100 milimeter sebesar 20-80 persen dan peluang curah hujan 150 milimeter sebesar 10-60 persen.
Pewarta : Bernadus Tokan
Editor:
Laurensius Molan
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
