Kupang (ANTARA) - Nelayan di Desa Naikliu, Kecamatan Amfoang Utara, Kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur, membantu tim SAR mencari 17 penumpang Kapal Cepat Cantika Express 77 yang hilang setelah kapal tersebut terbakar di wilayah perairan Naikliu pada 24 Oktober 2022.

"Para nelayan di Naikliu Kabupaten Kupang juga ikut membantu tim SAR melakukan pencarian terhadap para korban yang belum ditemukan," kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Kupang I Putu Sudayana di Kupang, Senin, (31/10/2022).

Ia mengatakan bahwa pada hari kedelapan operasi pencarian dilakukan di daerah pesisir perairan Tanjung Barate dan Tanjung Kurus hingga ke pantai Naikliu dengan bantuan para nelayan.

Menurut dia, hingga Senin pukul 18.00 WITA upaya untuk menemukan 17 penumpang Kapal Cepat Cantika Express 77 belum membuahkan hasil.

"Tim SAR gabungan terus berupaya secara maksimal dalam pelaksanaan operasi pencarian terhadap para korban. Hingga pukul 18.00 WITA pencarian oleh tim SAR gabungan masih belum membuahkan hasil," katanya.

Menurut data Kantor Pencarian dan Pertolongan Kupang, Kapal Cepat Cantika Express 77 mengangkut 362 orang penumpang.

Sebanyak 325 penumpang kapal itu telah ditemukan dalam keadaan selamat dan 20 orang lainnya ditemukan dalam keadaan meninggal. Masih ada 17 penumpang kapal yang belum ditemukan.

"Operasi pencarian akan dilanjutkan esok hari dengan lokasi pencarian masih di sekitar perairan Barate dan Tanjung Kurus," kata I Putu Sudayana.

Ia mengatakan bahwa operasi SAR untuk menemukan penumpang Kapal Cantika Express 77 telah diperpanjang selama tiga hari dari Senin sampai Rabu (2/11).

Baca juga: Operasi pencarian 17 korban kapal terbakar diperpanjang

Baca juga: KSOP: Pemeriksaan jumlah penumpang kapal tugas operator

Operasi SAR melibatkan potensi SAR dari Lantamal VII Kupang, TNI Angkatan Darat, Kepolisian Perairan, Badan Keamanan Laut, Kesatuan Pelaksana Pengamanan Pelabuhan Laut, Kantor Kesehatan Pelabuhan, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan, Taruna Siaga Bencana, keluarga korban, dan nelayan.

Pewarta : Benediktus Sridin Sulu Jahang
Editor : Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2024