Lembata Terisolasi Akibat Longsor
Minggu, 30 Desember 2018 8:47 WIB
ilustrasi foto dampak longsor.
Kupang, (ANTARA News NTT) - Sejumlah wilayah di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT), dilaporkan terisolasi akibat bencana longsor dan pohon tumbang menutup badan jalan.
Sekretaris Dinas Infokom Lembata, Karel Burin yang dihubungi Antara dari Kupang, Sabtu, (29/12) membenarkan adanya longsor yang menutup badan jalan akibat hujan deras disertai angin kencang melanda wilayah itu dalam beberapa hari terakhir ini.
"Longsor terjadi di Desa Lamalewar, Kecamatan Nagawutung sehingga mengganggu akses jalan ke desa-desa di dua kecamatan," katanya.
Dia mengatakan, sejak Jumat (28/12), petugas dan alat berat sudah dikirim ke lokasi untuk melakukan pembersihan jalan.
"Kemungkinan mulai hari ini(Sabtu), akses jalan sudah bisa dilalui kembali karena petugas mulai melakukan pembersihan," katanya.
Mengenai fasilitas lain yang rusak, dia mengatakan, belum ada laporan lengkap dari desa-desa mengenai dampak hujan disertai angin kencang melanda wilayah itu selama beberapa hari terakhir ini.
"Kemungkinan karena cuaca belum membaik, sehingga petugas belum bisa melakukan pengecekan di lapangan," katanya.
Wakil Bupati Lembata, Thomas Ola Langoday secara terpisah mengatakan, tidak ada korban jiwa, namun banyak fasilitas daerah yang rusak.
"Hari ini saya mau melakukan penijauan langsung ke sejumlah titik yang terdampak untuk memastikan kondisi di lapangan termasuk masyarakat," katanya.
Menurut dia, hujan yang mengguyur kabupaten yang berada di pulau sebelah Selatan Flores Timur itu, sangat deras, diikuti tiupan angin yang cukup kencang.
Kondisi ini telah mengakibatkan banjir yang berdampak longsor serta sejumlah pohon tumbang menghalangi sejumlah jalan.
Bahkan fasilitas PLN yaitu tiang listrik pun ikut tumbang menghalangi jalan lintasan masyarakat dari sejumlah desa menuju ke Lewoleba, ibu kota kabupaten itu, katanya.
Sekretaris Dinas Infokom Lembata, Karel Burin yang dihubungi Antara dari Kupang, Sabtu, (29/12) membenarkan adanya longsor yang menutup badan jalan akibat hujan deras disertai angin kencang melanda wilayah itu dalam beberapa hari terakhir ini.
"Longsor terjadi di Desa Lamalewar, Kecamatan Nagawutung sehingga mengganggu akses jalan ke desa-desa di dua kecamatan," katanya.
Dia mengatakan, sejak Jumat (28/12), petugas dan alat berat sudah dikirim ke lokasi untuk melakukan pembersihan jalan.
"Kemungkinan mulai hari ini(Sabtu), akses jalan sudah bisa dilalui kembali karena petugas mulai melakukan pembersihan," katanya.
Mengenai fasilitas lain yang rusak, dia mengatakan, belum ada laporan lengkap dari desa-desa mengenai dampak hujan disertai angin kencang melanda wilayah itu selama beberapa hari terakhir ini.
"Kemungkinan karena cuaca belum membaik, sehingga petugas belum bisa melakukan pengecekan di lapangan," katanya.
Wakil Bupati Lembata, Thomas Ola Langoday secara terpisah mengatakan, tidak ada korban jiwa, namun banyak fasilitas daerah yang rusak.
"Hari ini saya mau melakukan penijauan langsung ke sejumlah titik yang terdampak untuk memastikan kondisi di lapangan termasuk masyarakat," katanya.
Menurut dia, hujan yang mengguyur kabupaten yang berada di pulau sebelah Selatan Flores Timur itu, sangat deras, diikuti tiupan angin yang cukup kencang.
Kondisi ini telah mengakibatkan banjir yang berdampak longsor serta sejumlah pohon tumbang menghalangi sejumlah jalan.
Bahkan fasilitas PLN yaitu tiang listrik pun ikut tumbang menghalangi jalan lintasan masyarakat dari sejumlah desa menuju ke Lewoleba, ibu kota kabupaten itu, katanya.
Pewarta : Bernadus Tokan
Editor : Kornelis Aloysius Ileama Kaha
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Badan Geologi: Dinding kawah Gunung Kelimutu longsor akibat curah hujan tinggi
12 January 2026 18:19 WIB
Mendagri pastikan mampu tak mampu pemerintah pusat bantu daerah terkena bencana
02 December 2025 9:38 WIB
Korban meninggal akibat banjir di Aceh, Sumut, Sumbar bertambah jadi 442 jiwa
01 December 2025 9:48 WIB
BMKG: Fenomena Siklon Tropis Senyar tergolong tidak umum terjadi di Selat Malaka
27 November 2025 9:46 WIB
Terpopuler - Kesra
Lihat Juga
Kemdiktisaintek resmikan 33 prodi spesialis demi mempercepat pemenuhan dokter,
13 February 2026 18:43 WIB
Pemerintah menyiapkan beasiswa bagi dokter yang ambil spesialis di Undana
13 February 2026 17:00 WIB
Komisi X DPR meminta Kemendigdasmen revitalisasi sekolah daerah 3T jadi prioritas
13 February 2026 13:23 WIB
Undana hadirkan peta digital interaktif rumput laut berbasis AI bagi petani
12 February 2026 16:27 WIB