Gunung Api Ile Lewotolok berstatus waspada
Rabu, 2 Januari 2019 9:14 WIB
Gunung Api Ile Lewotolok di Kabupaten Lembata, Pulau Lembata, Nusa Tenggara Timur dalam keadaan waspada. (ANTARA Foto/dok)
Kupang (ANTARA News NTT) - Pos Pengamatan Gunung Api Ile Lewotolok di Kabupaten Lembata, Pulau Lembata, Provinsi Nusa Tenggara Timur melaporkan bahwa kondisi gunung api tersebut saat ini berstatus waspada.
Petugas pemantau Gunung Api Ile Lewotolok Yeremias Kristianto Pugel dalam laporannya yang diterima Antara di Kupang, Rabu (2/1) mengatakan peningkatan status itu sudah terjadi sejak Minggu (30/12).
Dalam laporannya yang disampaikan dalam sebuah imbauan menyatakan masyarakat di sekitar Gunung Api Ile Lewotolok serta para pendaki gunung dan para wisatawan agar menjauh dari gunung api tersebut.
Bahkan sudah ada larangan bagi masyarakat untuk melakukan pendakian serta tidak melakukan aktivitas apa pun dalam radius dua kilometer dari kawasan gunung api tersebut.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTT Tini Thadeus yang dihubungi secara terpisah mengatakan bahwa pihaknya sudah menerima informasi mengenai peningkatan status gunung api yang terletak di wilayah Kecamatan Ile Ape itu.
Ia mengatakan sejak 29 Desember 2018 tengah malam seismograf di Gunung Lewotolok merekam empat kali gempa hembusan, satu kali gempa dangkal, tiga kali gempa vulkanik dalam, dan dua kali gempa tektonik jauh.
Ia juga mengharapkan warga atau pun pengunjung di kawasan itu, bisa mengikuti larangan dari pihak pos pemantau gunung api tersebut.
"Kami juga meminta warga di bawah kaki gunung itu bisa lebih waspada, karena status gunung itu pun sampai saat ini masih waspada," tuturnya.
Baca juga: Lembata Terisolasi Akibat Longsor
Baca juga: Banjir Rusakan Sebuah Jembatan Di Lembata Puncak Gunung Api Ile Lewotolok di Pulau Lembata, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur saat ini dalam kondisi waspada.(ANTARA Foto/dok)
Petugas pemantau Gunung Api Ile Lewotolok Yeremias Kristianto Pugel dalam laporannya yang diterima Antara di Kupang, Rabu (2/1) mengatakan peningkatan status itu sudah terjadi sejak Minggu (30/12).
Dalam laporannya yang disampaikan dalam sebuah imbauan menyatakan masyarakat di sekitar Gunung Api Ile Lewotolok serta para pendaki gunung dan para wisatawan agar menjauh dari gunung api tersebut.
Bahkan sudah ada larangan bagi masyarakat untuk melakukan pendakian serta tidak melakukan aktivitas apa pun dalam radius dua kilometer dari kawasan gunung api tersebut.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTT Tini Thadeus yang dihubungi secara terpisah mengatakan bahwa pihaknya sudah menerima informasi mengenai peningkatan status gunung api yang terletak di wilayah Kecamatan Ile Ape itu.
Ia mengatakan sejak 29 Desember 2018 tengah malam seismograf di Gunung Lewotolok merekam empat kali gempa hembusan, satu kali gempa dangkal, tiga kali gempa vulkanik dalam, dan dua kali gempa tektonik jauh.
Ia juga mengharapkan warga atau pun pengunjung di kawasan itu, bisa mengikuti larangan dari pihak pos pemantau gunung api tersebut.
"Kami juga meminta warga di bawah kaki gunung itu bisa lebih waspada, karena status gunung itu pun sampai saat ini masih waspada," tuturnya.
Baca juga: Lembata Terisolasi Akibat Longsor
Baca juga: Banjir Rusakan Sebuah Jembatan Di Lembata Puncak Gunung Api Ile Lewotolok di Pulau Lembata, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur saat ini dalam kondisi waspada.(ANTARA Foto/dok)
Pewarta : Kornelis Kaha
Editor : Laurensius Molan
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Gunung Ile Lewotolok dua kali erupsi dengan kolom abu mencapai 600 meter
07 September 2026 11:40 WIB
Gunung Ile Lewotolok di Lembata erupsi 1.873 kali selama lima hari terakhir
06 September 2026 21:43 WIB
Wings Air batalkan sementara 4 penerbangan dampak erupsi Gunung Lewotolok
01 September 2026 16:11 WIB
Gunung Ili Lewotolok di Lembata meletus lontarkan api pijar 300 meter dari puncak
27 February 2026 3:06 WIB
Terpopuler - Kesra
Lihat Juga
Muhammad Bagus Khoirunas, jurnalis foto berprestasi yang selalu dirindukan
18 September 2026 8:51 WIB