Dinkes Manggarai perkuat temuan kasus TB dari rumah ke rumah
Minggu, 26 Maret 2023 3:00 WIB
Petugas Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai, NTT memperkuat upaya penemuan kasus tuberkulosis lewat penjaringan dari rumah ke rumah atau dikenal dengan istilah Ketuk Pintu. (ANTARA/HO-Dokumentasi Pribadi)
Labuan Bajo (ANTARA) - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT) memperkuat upaya penemuan kasus tuberkulosis (TB) lewat penjaringan dari rumah ke rumah atau dikenal dengan istilah ketuk pintu.
"Langkah utama yang kami lakukan itu penemuan kasus lewat ketuk pintu, dari rumah ke rumah, kami lakukan skrining dan pemeriksaan TB," kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai Bartolomeus Hermopan ketika dihubungi dari Labuan Bajo, Sabtu, (25/3/2023).
TB adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis yang dapat menyebar ketika seseorang menghirup percikan ludah (droplet) saat penderita TB batuk, bersin, berbicara, tertawa, atau bernyanyi.
Skrining penemuan kasus merupakan langkah pertama yang dilakukan para petugas TB untuk menemukan kasus aktif.
Penemuan kasus aktif yang dimaksud, yakni menemukan kasus TB secara dini lewat skrining gejala dan faktor risiko TB pada seluruh kontak erat pasien.
Setelah menemukan kasus aktif, pemeriksaan pun dilakukan, baik pemeriksaan dahak maupun klinis.
Lebih lanjut, dia menjelaskan Kabupaten Manggarai telah dilengkapi dengan dua alat tes cepat molekuler (TCM) yang masing-masing berada di RSUD Ben Mboi Ruteng dan Puskesmas Reo.
Dengan dua TCM tersebut, pemerintah daerah melakukan perjanjian kerja sama dengan pengelola alat untuk menerima sampel pemeriksaan TB dari semua Puskesmas.
Dia berharap Puskesmas yang berjarak dekat dengan fasilitas TCM dapat lebih aktif mencari sasaran target penemuan kasus, sehingga pemeriksaan bisa dilakukan lebih cepat.
"Kuncinya itu di penemuan kasus. Fenomena gunung es, satu ditemukan, pasti di sekeliling itu juga ada. Jadi, kita harus waspada," kata Bartolomeus.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai, jumlah kasus TB sejak bulan Januari hingga 24 Maret 2023 sebanyak 53 kasus. Sementara itu, kasus TB pada 2022 mencapai 228 kasus.
Baca juga: Pemkab Nagekeo perkuat kapasitas kader bangun jejaring untuk investigasi TB
Baca juga: Manggarai Timur peringkat pertama di NTT dalam penanganan Tuberkulosis
"Langkah utama yang kami lakukan itu penemuan kasus lewat ketuk pintu, dari rumah ke rumah, kami lakukan skrining dan pemeriksaan TB," kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai Bartolomeus Hermopan ketika dihubungi dari Labuan Bajo, Sabtu, (25/3/2023).
TB adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis yang dapat menyebar ketika seseorang menghirup percikan ludah (droplet) saat penderita TB batuk, bersin, berbicara, tertawa, atau bernyanyi.
Skrining penemuan kasus merupakan langkah pertama yang dilakukan para petugas TB untuk menemukan kasus aktif.
Penemuan kasus aktif yang dimaksud, yakni menemukan kasus TB secara dini lewat skrining gejala dan faktor risiko TB pada seluruh kontak erat pasien.
Setelah menemukan kasus aktif, pemeriksaan pun dilakukan, baik pemeriksaan dahak maupun klinis.
Lebih lanjut, dia menjelaskan Kabupaten Manggarai telah dilengkapi dengan dua alat tes cepat molekuler (TCM) yang masing-masing berada di RSUD Ben Mboi Ruteng dan Puskesmas Reo.
Dengan dua TCM tersebut, pemerintah daerah melakukan perjanjian kerja sama dengan pengelola alat untuk menerima sampel pemeriksaan TB dari semua Puskesmas.
Dia berharap Puskesmas yang berjarak dekat dengan fasilitas TCM dapat lebih aktif mencari sasaran target penemuan kasus, sehingga pemeriksaan bisa dilakukan lebih cepat.
"Kuncinya itu di penemuan kasus. Fenomena gunung es, satu ditemukan, pasti di sekeliling itu juga ada. Jadi, kita harus waspada," kata Bartolomeus.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai, jumlah kasus TB sejak bulan Januari hingga 24 Maret 2023 sebanyak 53 kasus. Sementara itu, kasus TB pada 2022 mencapai 228 kasus.
Baca juga: Pemkab Nagekeo perkuat kapasitas kader bangun jejaring untuk investigasi TB
Baca juga: Manggarai Timur peringkat pertama di NTT dalam penanganan Tuberkulosis
Pewarta : Fransiska Mariana Nuka
Editor : Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Anggota DPR: Tugas TNI bertambah seperti menjaga ketahanan siber dan narkoba
15 March 2025 18:08 WIB
Panja DPR dan pemerintah merampungkan pembahasan 40 persen dari 92 DIM RUU TNI
15 March 2025 17:49 WIB
Dinkes Manggarai tekankan peran penting PMO untuk keberhasilan pengobatan TB
27 March 2023 13:11 WIB, 2023
Pemkab Nagekeo perkuat kapasitas kader bangun jejaring untuk investigasi TB
15 December 2022 13:35 WIB, 2022
Terpopuler - Kesra
Lihat Juga
Menko IPK: Komunitas Tionghoa berperan signifikan dalam pembangunan bangsa
17 February 2026 10:32 WIB