Larantuka, NTT (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Sabu Raijua, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mengimbau para nelayan untuk tidak melakukan aktivitas melaut untuk sementara waktu karena adanya potensi gelombang badai yang merupakan dampak tidak langsung dari Siklon Tropis 98S.

"Masyarakat pesisir pantai bisa mengamankan perahu ke darat dan tidak melaut untuk sementara waktu," kata Kepala Pelaksana BPBD Sabu Raijua Javid Ndu Ufi dari Sabu Raijua, Selasa, (11/4/2023).

Dia menjelaskan masyarakat pesisir pantai diimbau waspada dengan adanya fenomena banjir rob yang diprakirakan BMKG terjadi untuk wilayah pesisir Pulau Sabu Raijua.

BPBD juga mengimbau agar kapal dan perahu nelayan yang berada di pesisir pantai segera dipindahkan ke tempat yang lebih aman.

"Masyarakat pesisir yang beraktivitas di sekitar pesisir pantai diimbau agar waspada dan berhati-hati," katanya.

Lebih lanjut dia menjelaskan tim reaksi cepat BPBD Sabu Raijua siap siaga 1 x 24 jam bersama posko siaga bencana untuk melakukan penanganan darurat bencana.

Masyarakat diminta untuk proaktif menyampaikan kondisi di daerah masing-masing sehingga dapat diteruskan oleh para camat dan kepala desa dalam grup koordinasi bencana.

Pemkab Sabu Raijua telah mengeluarkan surat imbauan perihal peringatan dini dampak bibit siklon tropis 98S.

Pimpinan organisasi perangkat daerah, camat, lurah, dan kepala desa diminta untuk memastikan informasi peringatan dini cuaca ekstrem yang bersumber dari BMKG telah tersampaikan ke wilayah masing-masing.

Pemkab Sabu Raijua juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan dengan melakukan berbagai langkah mitigasi seperti memangkas dahan pohon yang telah rapuh dan mudah patah, memperbaiki dan memperkuat atap rumah, membersihkan sampah di selokan, dan menetapkan tempat evakuasi sementara.

"Jika terjadi hujan dengan intensitas tinggi dengan durasi lebih dari satu jam, serta obyek pada jarak pandang 30 meter tidak jelas terlihat, maka warga di lereng atau bantaran sungai, dataran rendah, dan daerah aliran sungai segera melakukan evakuasi mandiri ke titik aman terlebih dahulu," kata Sekretaris Daerah Sabu Raijua, Septenius Bule Logo.

Dari prakiraan BMKG terkait potensi gelombang badai, bibit siklon tropis 98S berdampak tidak langsung pada peningkatan tinggi permukaan laut terhitung 10-12 April 2023.

Baca juga: Nelayan Oesapa tidak melaut akibat cuaca buruk

Baca juga: Banjir rob berpeluang landa empat pulau di NTT, menurut BMKG





Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Potensi gelombang badai, nelayan Raijua diimbau hentikan melaut

Pewarta : Fransiska Mariana Nuka
Editor : Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2024