Labuan Bajo (ANTARA) - Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) memastikan makanan yang disantap Presiden RI Joko Widodo dan keluarga di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur aman dari delapan jenis kandungan berbahaya.

"Parameter yang diuji adalah Sianida, Nitrit, Arsen, Timbal, Formalin, Borak, Rhodamin B, dan Methanil Yellow dan hasil uji dikoordinasikan dengan paspampres untuk dinyatakan layak dihidangkan atau tidak layak dihidangkan," kata Kepala Loka POM Manggarai Barat Andirusmin Nuryadin di Labuan Bajo, Minggu, (23/4/2023).

BPOM melakukan food security pada beberapa titik kunjungan Presiden Joko Widodo dan keluarga, diantaranya di tempat transit Bandara Komodo, Hotel Meruorah, Hotel Ayana, dan Puncak Waringin.

Nuryadin menjelaskan sistem pengawasan food security terhadap makanan Presiden Joko Widodo dan keluarga dilakukan lewat pengujian terhadap makanan tiga jam sebelum presiden tiba di lokasi.

Nantinya pihak hotel yang menyiapkan makanan untuk presiden dan keluarga, lalu diambil sampel untuk diuji semua.

"Jika dinyatakan aman baru dihidangkan untuk presiden dan keluarga," ucapnya.

Nuryadin mengatakan ada sampel yang dinyatakan positif formalin, namun sudah dipisahkan untuk tidak dihidangkan.

Dia pun menyatakan komitmen BPOM untuk memastikan keamanan makanan Presiden Joko Widodo dan keluarga.

"Nanti pengujian dilakukan lagi, bergantung dari jadwal presiden kunjungan ke mana," katanya.

Presiden RI Joko Widodo bersama Ibu Negara Iriana Joko Widodo dan anak cucu telah tiba di Labuan Bajo sejak Sabtu  (22/4) malam.

Selain melakukan kunjungan pribadi, yakni berlibur bersama keluarga, Presiden Joko Widodo juga memiliki agenda pengecekan persiapan Labuan Bajo sebagai tuan rumah Konferensi Tingkat Tinggi ke-42 ASEAN, tanggal 9 sampai 11 Mei mendatang.

Baca juga: Jokowi beli kain tenun pewarna alami dari Sikka
Baca juga: Ganjar Pranowo siap lanjutkan kerja besar Jokowi





Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: BPOM pastikan makanan Presiden Joko Widodo di Labuan Bajo aman

Pewarta : Fransiska Mariana Nuka
Editor : Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2024