Kupang (ANTARA) - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengimbau warga agar mewaspadai aktifnya gelombang equatorial Rossby yang berpotensi memicu hujan dan angin di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) selama beberapa hari ke depan.

"Waspadai potensi hujan ringan hingga hujan deras serta angin kencang akibat aktifnya gelombang equatorial Rossby yang dapat memicu terjadinya bencana hidrometeorologi di wilayah ini," kata Kepala Stasiun Meteorologi El Tari Kupang BMKG Agung Sudiono Abadi di Kupang, Rabu, (26/4/2023).

Ia menyampaikan hal itu berkaitan dengan peringatan dini cuaca di wilayah NTT yang berlaku selama 26-28 April.

Agung menjelaskan, aktifnya gelombang equatorial Rossby didukung adanya daerah pertemuan angin dan kondisi labilitas lokal yang cukup kuat, serta suhu muka laut yang masih cukup hangat meningkatkan pertumbuhan awan hujan (konvektif).

Kondisi itu memicu potensi hujan ringan hingga deras pada sejumlah daerah yaitu Kabupaten Alor, Flores Timur, Belu, Malaka, Timor Tengah Selatan, Kupang.

Selain itu, Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, Sabu Raijua, Sumba Barat, Sumba Barat Daya.

Sementara itu sejumlah wilayah berpeluang dilanda angin kencang, yaitu Kabupaten Kupang, Manggarai Barat, Rote Ndao, Kota Kupang, serta sebagian Alor, sebagian Pulau Timor, dan sebagian Pulau Sumba bagian timur.

Agung mengimbau warga di daerah berpotensi terdampak cuaca agar mewaspadai potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir bandang, banjir, dan tanah longsor.

"Waspadai pula dampak angin kencang yang mengakibatkan tumbangnya pohon dan atap rumah maupun fasilitas umum lain yang dapat mengancam keselamatan warga di sekitar," katanya.

Agung menyarankan warga untuk terus memantau perkembangan cuaca yang diperbaharui BMKG sebagai referensi untuk mengetahui ancaman bencana di lingkungan sekitar serta melakukan langkah antisipasi yang diperlukan.
Baca juga: BMKG: Waspadai gelombang 3,5 meter landa wilayah laut NTT


Baca juga: Hujan deras dan angin kencang berpotensi landa sejumlah wilayah

 

Pewarta : Aloysius Lewokeda
Editor : Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2024