Kupang (ANTARA) - DPD Real Estate Indonesia (REI) Provinsi Nusa Tenggara Timur mengajak masyarakat di provinsi berbasis kepulauan itu yang belum memiliki rumah agar segera membeli rumah bersubsidi karena pada Agustus 2023 nanti harga rumah subsidi dipastikan naik 10 persen.

“Saat ini harga rumah berada pada harga Rp168 juta per unit, tetapi pada Agustus nanti sesuai informasi yang kami dapat pemerintah pusat akan menaikan harga rumah bersubsidi dan akan langsung diterapkan harganya,” kata Ketua DPD REI NTT Bobby Pitoby di Kupang, Jumat, (2/6/2023).

Hal ini disampaikanya usai acara pembukaan pameran perumahan kerjasama REI NTT dan BRI dengan nama BREILIAN Expo 2023 yang digelar di salah satu pusat perbelanjaan di Kota Kupang.

Bobby mengatakan bahwa harga rumah subsidi masih menggunakan harga lama, masyarakat yang ingin memiliki rumah harus memanfaatkan kesempatan Expo BREILIAN 2023 yang digelar mulai Jumat (2/6) sampai dengan tanggal 11 Juni nanti sebelum adanya penetapan kenaikan harga rumah.

Dia menjelaskan bahwa dalam BREILIAN Expo tersebut ada 16 developer di 34 lokasi yang tersebar di seluruh Provinsi NTT yang mengikuti kegiatan tersebut.

BREILIAN Expo kerja sama REI NTT dan BRI untuk ke dua itu juga ada undian dengan hadiah dan UMKM binaan BRI.

"Kalau ingin membeli rumah maka gunakan kesempatan ini untuk mendapatkan rumah dengan harga lama, cukup dengan uang muka 1 persen atau Rp1.680.000 dengan berbagai kemudahan dari masing-masing developer," tambahnya.

Bobby menjelaskan, dalam Expo BREILIAN 2023 ini akan ada akad masal, setiap penjualan yang dilakukan di expo akan dilakukan akad massal.

Dia pun berharap agar momen BREILIAN Expo ke dua bersama BRI ini, diharapkan dapat membantu merumahkan masyarakat dan mengurangi angka rumah tidak layak huni.


Baca juga: BRI siap gandeng kembali REI NTT gelar pameran perumahan

Baca juga: REI sebut angka backlog perumahan di NTT turun




 

Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: REI NTT sebut harga rumah subsidi naik 10 persen pada Agustus 2023

Pewarta : Kornelis Kaha
Editor : Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2024