Kupang (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur telah membangun jalan raya yang menjadi kewenangan pemerintah NTT sepanjang 947,16 km selama lima tahun guna memudahkan akses transportasi bagi masyarakat di wilayah pedalaman.

"Selama lima tahun pemerintah telah merealisasikan pembangunan jalan raya sepanjang 947,16 km di 22 kabupaten/kota di Provinsi Nusa Tenggara Timur," kata Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Timur Viktor Bungtilu Laiskodat di Kupang, Jumat, (18/8/2023) terkait realisasi pembangunan jalan di NTT.

Dia mengatakan sesuai data yang dimiliki bahwa ruas jalan yang menjadi kewenangan pemerintah NTT sepanjang 2.650 km dan yang mengalami kerusakan berat dan ringan mencapai 906 km.

Menurut di secara bertahap pemerintah NTT mulai membangun jalan di kabupaten/kota sehingga selama periode 2019-2023 bisa merealisasikan pembangunan jalan raya sepanjang 947,16 km.

Ia mengatakan realisasi pembangunan jalan raya yang dilakukan pemerintah Provinsi NTT itu melampaui target yang telah ditetapkan yakni 906,5 km.

Menurut Gubernur Viktor pada 2023 Pemerintah NTT sedang fokus dalam menuntaskan pembangunan jalan raya sepanjang 247,45 km yang sedang dalam tahapan pengerjaan.

"Capaian pembangunan jalan itu tentu tidak mudah karena ruas jalan yang dibangun pada umumnya melintas medan yang berat sehingga membutuhkan waktu dan tenaga yang besar," kata Gubernur.

Ia mengatakan sebagai bentuk apresiasi Pemerintah Pusat terhadap NTT yang telah berhasil membangun jalan raya melampau target yang tetapkan sehingga mendapatkan dua unit alat excavator senilai Rp3 miliar.

"Bahkan NTT menjadi provinsi ketiga terbaik pada bidang kebinamargaan dalam penyelenggaraan jalan untuk kategori pemerintah daerah sehingga mendapat hadiah berupa dua unit alat excavator," kata Gubernur Viktor Bungtilu Laiskodat.

Dia menambahkan pembangunan infrastruktur merupakan salah satu program prioritas yang dilakukan Pemerintah NTT karena kondisi infrastruktur yang ada sebelumnya sangat buruk sehingga menghambat konektifitas antar daerah produksi dan pasar maupun dalam kelancaran transportasi barang, jasa dan manusia.

Baca juga: NTT terbitkan 150 izin operasional sekolah baru dalam 4 tahun

Baca juga: Inseminasi buatan hasilkan 23.203 ekor sapi di NTT

Pewarta : Benediktus Sridin Sulu Jahang
Editor : Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2024