Kupang (ANTARA) - Harga beras di sejumlah pasar tradisional di Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur mengalami kenaikan dari Rp12.000 menjadi Rp13.000 per kilogram atau naik Rp1.000 per kilogram dalam beberapa bulan terakhir ini akibat pasokan beras belum stabil.

Kenaikan harga beras ini sudah terjadi sejak Juli 2023 lalu, kata Iwan seorang pedagang beras saat ditemui di pasar tradisional Naikoten Kota Kupang, Rabu.

"Untuk beras yang diambil dari Sulawesi harganya per kilogram mencapai Rp13.000, dari sebelumnya berada di harga Rp12.000 per kilogram," katanya.

Harga tersebut masih terus bertahan hingga saat ini, karena pasokan beras dari daerah asal Sulawesi masih sangat minim.

Sementara itu untuk harga per karung untuk ukuran 40 kilogram sendiri kini naik dengan kisaran Rp80 ribu per karungnya sehingga kini mencapai Rp510 ribu per karung dari sebelumnya hanya Rp430 ribu.

"Kenaikan ini juga akibat adanya gagal panen di Sulawesi," tambah dia.

Selain beras yang dibeli langsung dari Sulawesi, Iwan juga membeli beras dari Bulog NTT, namun harganya tetap berada di harga eceran tertinggi (HET) Rp11.500 kilogram.

Dia menilai keberadaan beras Bulog sendiri cukup membantu, namun ketersediannya tidak lama karena harga murah dan diserbu oleh banyak pembeli.

Baca juga: Bulog NTT salurkan 60 persen beras bantuan pangan program

Ambo Uba pedagang beras di pasar Oeba, Kota Kupang juga mengakui harga beras yang mengalami kenaikan.

Baca juga: PBP sebut beras bantuan meringankan beban ekonomi keluarga

Pria asal Bugis Sulawesi tersebut berharap agar pasokan beras segera stabil untuk menekan kenaikkan harga beras yang saat ini melambung dan tentunya bukan hanya merugikan masyarakat sebagai pembeli, namun penjual beras juga.  
 

Pewarta : Hendrikus Darto/ Maria Mercis Tame Meka
Editor : Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2024