Bupati Mabar imbau warga waspada bencana banjir dan longsor
Selasa, 5 Desember 2023 16:00 WIB
Arsip Foto - BPBD Kabupaten Manggarai Barat, NTT bersama Polres Manggarai Barat bekerja sama mengatasi material banjir yang menghalangi Jalan Trans Flores, Wae Lus, Culu, Desa Tondong Belang, Kecamatan Mbeliling, Sabtu (19/11/2022) malam. (ANTARA/Fransiska Mariana Nuka)
Kupang (ANTARA) - Bupati Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT) Edistasius Endi mengimbau masyarakat setempat untuk mewaspadai dampak curah hujan yang tinggi pada peralihan musim, yakni banjir dan tanah longsor.
"Warga harus selalu waspada dengan potensi bencana, karena curah hujan tinggi," kata Edistasius merespons peringatan dini potensi curah hujan tinggi untuk empat kecamatan di Manggarai Barat pada dasarian I Desember 2023, di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Selasa, (5/12/2023).
Berdasarkan informasi tersebut, Kecamatan Kuwus, Kuwus Barat, Ndoso, dan Pacar diprakirakan berpeluang mengalami curah hujan tinggi lebih dari 150 mm dengan peluang lebih besar dari 70 persen hingga 10 Desember 2023.
Bupati Edistasius menyampaikan perlunya kesiapsiagaan warga sebagai bentuk antisipasi terhadap ancaman bencana alam saat hujan deras.
Bagi masyarakat yang bermukim di daerah bantaran sungai atau lereng bukit, harus mewaspadai potensi longsor dengan melakukan evakuasi mandiri.
Jika hujan deras dengan durasi lebih dari satu jam, warga harus mengungsi ke tempat yang lebih aman.
Ia menekankan agar para camat dan kepala desa proaktif dalam menyebarluaskan informasi prakiraan curah hujan dan potensi kejadian bencana di wilayah masing-masing.
Mereka jug harus memantau setiap daerah yang rawan bencana alam dan melakukan koordinasi aktif untuk penanganan dan penanggulangan bencana.
"Laporkan segala kejadian bencana dan lakukan evakuasi sesegera mungkin," katanya.
Baca juga: Pemkab Mabar relokasi pemasangan ultilitas di Labuan Bajo
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Manggarai Barat Isfridus Tobong mengatakan empat kecamatan tersebut memang teridentifikasi sebagai daerah rawan longsor dan banjir. Oleh karena itu, masyarakat harus meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi ancaman bencana tersebut.
Baca juga: Pemkab Mabar buka peluang investasi fasilitas galangan kapal
Pihaknya juga siap siaga untuk melakukan penanganan atau evakuasi saat kejadian bencana. "Apabila intensitas hujan tinggi, upayakan evakuasi mandiri ke tempat yang aman untuk menghindari musibah," ucapnya.
"Warga harus selalu waspada dengan potensi bencana, karena curah hujan tinggi," kata Edistasius merespons peringatan dini potensi curah hujan tinggi untuk empat kecamatan di Manggarai Barat pada dasarian I Desember 2023, di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Selasa, (5/12/2023).
Berdasarkan informasi tersebut, Kecamatan Kuwus, Kuwus Barat, Ndoso, dan Pacar diprakirakan berpeluang mengalami curah hujan tinggi lebih dari 150 mm dengan peluang lebih besar dari 70 persen hingga 10 Desember 2023.
Bupati Edistasius menyampaikan perlunya kesiapsiagaan warga sebagai bentuk antisipasi terhadap ancaman bencana alam saat hujan deras.
Bagi masyarakat yang bermukim di daerah bantaran sungai atau lereng bukit, harus mewaspadai potensi longsor dengan melakukan evakuasi mandiri.
Jika hujan deras dengan durasi lebih dari satu jam, warga harus mengungsi ke tempat yang lebih aman.
Ia menekankan agar para camat dan kepala desa proaktif dalam menyebarluaskan informasi prakiraan curah hujan dan potensi kejadian bencana di wilayah masing-masing.
Mereka jug harus memantau setiap daerah yang rawan bencana alam dan melakukan koordinasi aktif untuk penanganan dan penanggulangan bencana.
"Laporkan segala kejadian bencana dan lakukan evakuasi sesegera mungkin," katanya.
Baca juga: Pemkab Mabar relokasi pemasangan ultilitas di Labuan Bajo
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Manggarai Barat Isfridus Tobong mengatakan empat kecamatan tersebut memang teridentifikasi sebagai daerah rawan longsor dan banjir. Oleh karena itu, masyarakat harus meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi ancaman bencana tersebut.
Baca juga: Pemkab Mabar buka peluang investasi fasilitas galangan kapal
Pihaknya juga siap siaga untuk melakukan penanganan atau evakuasi saat kejadian bencana. "Apabila intensitas hujan tinggi, upayakan evakuasi mandiri ke tempat yang aman untuk menghindari musibah," ucapnya.
Pewarta : Fransiska Mariana Nuka
Editor : Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pertamina dan BPBD Kota Kupang latih pelajar di Kupang tanggap darurat bencana
02 February 2026 20:47 WIB
Pemerintah Venezuela: Aksi militer AS terhadap Presiden Maduro dipicu sumber daya alam
06 January 2026 12:13 WIB
Wapres Gibran naik motor trail kunjungi lokasi bencana alam di Kabupaten Agam
04 December 2025 10:15 WIB
Terpopuler - Kesra
Lihat Juga
Kemdiktisaintek resmikan 33 prodi spesialis demi mempercepat pemenuhan dokter,
13 February 2026 18:43 WIB
Pemerintah menyiapkan beasiswa bagi dokter yang ambil spesialis di Undana
13 February 2026 17:00 WIB
Komisi X DPR meminta Kemendigdasmen revitalisasi sekolah daerah 3T jadi prioritas
13 February 2026 13:23 WIB
Undana hadirkan peta digital interaktif rumput laut berbasis AI bagi petani
12 February 2026 16:27 WIB
KPAI menemukan pencairan dana PIP kasus anak akhiri hidup di NTT terkendala teknis bank
11 February 2026 13:50 WIB