Labuan Bajo (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manggarai Barat (Mabar), Nusa Tenggara Timur (NTT) meminta para kepala desa (kades) yang tersebar di 12 kecamatan di daerah itu agar proaktif melaporkan kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat terkait peristiwa bencana alam agar penanganan dapat secepatnya dilakukan.
"Begitu dengar ada bencana alam kades langsung ke lokasi untuk cek, lalu foto dan laporkan ke BPBD untuk segera ditangani," kata Wakil Bupati Manggarai Barat Yulianus Weng dihubungi di Labuan Bajo, Sabtu.
Ia menambahkan, BPBD Manggarai Barat telah menyiapkan posko antisipasi dampak cuaca ekstrem guna menanggulangi bencana alam yang berpotensi terjadi dalam musim hujan 2025 hingga awal 2026.
BPBD Manggarai Barat juga telah mengeluarkan surat imbauan bagi para kades dan camat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem.
Ia juga menjelaskan, usai memberikan laporan bencana alam, nantinya personel BPBD Manggarai Barat akan segera melakukan penanganan bencana.
Jika bencana alam tersebut membutuhkan penanganan lebih lanjut, kata dia, maka BPBD Manggarai Barat melaporkan kejadian itu kepada pemerintah daerah guna penetapan status bencana oleh surat keputusan bupati.
"Pemerintah daerah ada dana tidak terduga (BTT), tapi pemanfaatan dana ada mekanismenya yakni mereka lapor segera, BPBD setelah turun lokasi tetapkan sebagai bencana, lalu buat segera ke bupati untuk tetapkan sebagai bencana," ungkapnya.
Ia menjelaskan, hampir seluruh wilayah Manggarai Barat berpotensi terdampak cuaca ekstrem. Pada perairan laut di Kecamatan Komodo dan Boleng berpotensi gelombang tinggi dan di wilayah daratan berpotensi longsor, angin puting beliung, hingga banjir bandang.
Sebagai langkah mitigasi dampak cuaca ekstrem, pada November 2025 Pemkab Manggarai Barat telah memerintahkan dinas kesehatan setempat untuk menyediakan obat-obatan di seluruh kecamatan guna mengantisipasi berbagai penyakit yang muncul dalam musim hujan.
"Karena dalam perubahan iklim akan ada peningkatan penyakit seperti flu, diare jadi stok obat harus siap dan kami minta masyarakat untuk tingkatkan kebersihan lingkungan sehingga lingkungan bersih, jangan ada air tergenang dan kalau sakit segera ke puskesmas atau hubungi petugas," ungkapnya.
Ia juga mendorong agar seluruh organisasi perangkat daerah dan instansi vertikal di Manggarai Barat agar bekerja sama guna mengantisipasi dan menanggulangi dampak cuaca ekstrem.
"Kami juga selalu koordinasi dengan KSOP dan BMKG, lalu pekan depan kami akan rapat menyikapi potensi bencana hidrometeorologi dan persiapan natal dan tahun baru, harapan kami seluruh pihak bersiap jika ada bencana," katanya.

