Kupang (ANTARA) - Bupati Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Edistasius Endi memastikan adanya iklim investasi yang baik di daerah pariwisata super prioritas (DPSP) bagi para investor yang ingin menanamkan modalnya dan ikut mengembangkan daerah itu. 

"Kami pastikan bahwa masyarakat di tempat ini tidak akan memalak orang yang ingin berusaha di tempat ini. Kami pastikan itu, baik masyarakatnya apalagi jajaran pemerintah daerah," kata Edistasius dari Labuan Bajo, Manggarai Barat, Rabu, (13/12/2023).

Setelah ditetapkan sebagai salah satu DPSP di Indonesia, geliat investasi dan penataan infrastruktur di Labuan Bajo berkembang dan bertumbuh luar biasa berkat intervensi dan kebijakan Presiden Joko Widodo.

Pemerintah daerah pun menyambut baik hal para investor yang mau berinvestasi di Labuan Bajo. Untuk memastikan iklim investasi berjalan baik bagi para investor, pemerintah daerah juga telah menyiapkan peraturan bupati tentang kemudahan berinvestasi.

Bupati menyarankan agar para calon investor melaporkan langsung kepada bupati apabila menemukan masyarakat atau pegawai yang memalak investor dalam proses perizinan maupun proses lain untuk berinvestasi di daerah itu. Hal itu juga berkaitan dengan proses birokrasi yang lama atau sengaja menarik ulur waktu dalam mencari dokumen perizinan.

Ia juga tidak ingin ada perilaku menghalang-halangi investor dengan cara yang tidak pantas.

"Saya pastikan semasa kami memimpin kabupaten ini tidak boleh ada perilaku seperti itu di seluruh jajaran birokrasi," katanya menegaskan.

Prospek investasi di Kabupaten Manggarai Barat terlihat cukup baik. Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Manggarai Barat mencatat lima potensi unggulan investasi yakni sektor pariwisata, pertanian dan perkebunan; perikanan, kelautan, dan peternakan; kehutanan, serta energi.

Realisasi investasi per November 2023 juga telah mencapai 99,54 persen atau sebesar Rp1,19 triliun dari target tahun 2023 sebesar Rp1,2 triliun.

Realisasi investasi tertinggi pada sektor Perumahan Kawasan Industri dan Perkantoran sebesar Rp663,84 miliar. Selanjutnya sektor Hotel dan Restoran menduduki urutan kedua realisasi investasi yakni sebesar Rp461,49 miliar.

Baca juga: Pemkab Mabar relokasi pemasangan ultilitas di Labuan Bajo

Tiga sektor lain yang juga masuk dalam lima top sektor realisasi investasi yakni sektor Jasa Lainnya, sektor Perdagangan dan Reparasi, serta sektor Transportasi, Gudang, dan Telekomunikasi.

Baca juga: Pemkab Mabar buka peluang investasi fasilitas galangan kapal

"Kami berkomitmen bahwa Labuan Bajo menjadi tempat berinvestasi yang sangat baik," katanya menandaskan

Pewarta : Fransiska Mariana Nuka
Editor : Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2024