Konga (ANTARA) -
Kepolisian Daerah Provinsi Nusa Tenggara Timur membantu pemenuhan air bersih bagi warga terdampak erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki di Desa Konga, Kecamatan Titihena, Flores Timur lewat inovasi kendaraan khusus yang disebut Watergen.

"Kami dari Polda NTT itu membawa ke sini watergen, alat yang bisa menangkap embun udara yang difilterisasi, kemudian diolah mesin watergen itu menjadi air yang bisa diminum," kata Kapolda NTT Irjen Pol Daniel Tahi Monang Silitonga saat memantau posko pengungsian bencana erupsi di Desa Konga, Flores Timur, Senin, (8/1/2024).
 
Watergen merupakan sebuah teknologi alat yang dibawa oleh Satuan Brimob Polda NTT untuk mengubah udara menjadi air bersih melalui proses penguapan atau kondensasi tetesan embun.
 
Air itu melewati proses penyaringan lalu ditampung untuk dapat dikonsumsi oleh masyarakat.
 
Dalam kunjungannya itu, Kapolda Daniel mencoba untuk meminum air yang diolah dengan mesin watergen.
 
Menurut dia, air terasa segar dan bisa langsung dikonsumsi oleh masyarakat.
 
"Satu hari bisa sampai 200 liter, jadi bisa untuk membantu anak-anak, ibu-ibu yang membutuhkan air bersih," ucapnya.
 
Ia memberikan apresiasi atas dukungan dan kolaborasi semua sektor dalam penanganan bencana erupsi di Flores Timur.
 
Secara khusus, ia menyampaikan terima kasih atas bantuan dan dukungan dari sesama masyarakat untuk meringankan beban warga terdampak erupsi yang saat ini menginap di beberapa posko.
 
"Saya selaku Kapolda NTT sampaikan apresiasi kepada seluruh masyarakat untuk berbagai bantuan. Kita berdoa agar peristiwa ini cepat selesai dan masyarakat bisa beraktivitas kembali seperti sedia kala," katanya.

Baca juga: PMII Kupang galang dana bantu korban erupsi gunung Lewotobi

Baca juga: PVMBG imbau masyarakat tak percaya informasi bohong terkait erupsi

Baca juga: Brimob Polda NTT dirikan dapur umum untuk korban erupsi Gunung Lewotobi


 


Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Polda NTT bantu alat inovasi air bersih bagi warga terdampak erupsi

Pewarta : Fransiska Mariana Nuka
Editor : Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2024