Logo Header Antaranews Kupang

Dekranasda menekankan pentingnya Indikasi Geografis tenun lokal NTT

Kamis, 11 September 2025 04:36 WIB
Image Print
Ketua Dekranasda NTT Mindriyati Astiningsih Laka Lena dalam sesi talkshow Exotic Tenun Fest 2025 di Kupang, Rabu (10/9/2025). (ANTARA/Yoseph Boli Bataona)

Kupang, NTT (ANTARA) - Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Nusa Tenggara Timur (NTT) menekankan pentingnya pengajuan tenun ikat daerah ke dalam Indikasi Geografis (IG) demi keterjaminan hukum dan keberlanjutan wastra tersebut.

“Saya sudah mengimbau kepada teman-teman Dekranasda kabupaten/kota untuk setiap tahunnya masing-masing daerah perlu mengajukan minimal satu tenun ikat untuk pendaftaran IG,” kata Ketua Dekranasda NTT Mindriyati Astiningsih Laka Lena di Kupang, Rabu (10/9).

Saat ini, berdasarkan data Kementerian Hukum NTT terdapat lima jenis tenun NTT yang sudah terdaftar dalam IG yaitu, tenun ikat Flores Timur, tenun ikat Fehan Malaka, tenun ikat Ngada, tenun Buna Insana Timor Tengah Utara, dan tenun ikat Amarasi Kupang.

Menurut Astiningsih, pendaftaran IG perlu dilakukan untuk memberikan perlindungan hukum bagi tenun serta mampu memberi nilai tambah ekonomi bagi para penenun itu sendiri.

Untuk itu, ia menekankan pentingnya kolaborasi dalam upaya edukasi IG sekaligus promosi berkelanjutan agar tenun NTT semakin dikenal luas dan berkontribusi pada kesejahteraan para penenun.

“Kita perlu kolaborasi, inovasi, dan kreasi sesuai perkembangan zaman dalam mengembangkan tenun NTT,” kata dia.

Ia menekankan pihaknya terbuka pada stakeholder yang memiliki kepedulian untuk memberikan pelatihan kreasi dan inovasi kepada UMKM tenun dampingan Dekranasda NTT.

“Saya juga selalu mengingatkan agar para penenun tidak hanya menjual begitu saja, tapi perlu mengangkat narasi di balik tenun tersebut. Karena ini yang menjadi nilai tambah,” kata dia.

Dengan demikian, orang bisa belajar makna filosofi dari motif tenun ataupun kegunaan tenun yang dipakai untuk memperingati momen tertentu, seperti kelahiran atau pernikahan.

Lebih lanjut, ia mengapresiasi gelaran Exotic Tenun Fest 2025 yang digelar oleh Bank Indonesia Perwakilan Provinsi NTT.

Menurutnya festival tersebut menjadi ruang untuk menampilkan tidak hanya kain tenun tetapi juga beragam produk turunan kreasi tenun. Kreasi tersebut menjadi upaya untuk semakin mendekatkan tenun kepada masyarakat dengan cara yang kekinian.

“Terutama bagi anak-anak muda kita harus dorong supaya tenun ini menjadi bagian dari keseharian. Festival ini menjadi upaya mendekatkan tenun kepada para generasi muda sebagai penerus NTT,” kata dia.



Pewarta :
Editor: Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026