Teheran, Iran (ANTARA) - Kelompok perlawanan Islam Irak telah melancarkan serangan pesawat nirawak (drone) ke markas militer Amerika Serikat (AS) di dekat Bandara Erbil, bagian utara Irak.
Belum ada laporan mengenai korban jiwa atau kerusakan akibat serangan tersebut.
Serangan drone itu menyusul serangan udara AS pada Selasa malam, yang mengenai pos Al-Hashd al-Shaabi, atau Unit Mobilisasi Populer (PMU) yang merupakan bagian dari tentara Irak yang terlibat dalam operasi anti-teror.
Serangan AS menghantam pos PMU di Babil, Irak tengah, dan Kota Al-Qaim di dekat perbatasan dengan Suriah. Serangan AS tersebut menyebabkan setidaknya dua korban jiwa dari PMU.
Pemerintah Irak mengecam serangan udara AS tersebut, dan menyebut bahwa mereka akan menuntut Washington di tingkat internasional karena telah melanggar kedaulatan Irak.
Perlawanan Irak juga menyatakan bahwa mereka akan memulai fase baru operasi anti-AS dan anti-Israel sebagai balasan atas perang di Gaza, yang disebut oleh berbagai kelompok, termasuk Iran, terjadi karena dukungan langsung dari AS.
Israel memulai perang di Gaza pada 7 Oktober 2023 setelah gerakan perlawanan Palestina, Hamas, melakukan serangan mendadak di wilayah yang diduduki sebagai perlawanan atas kekejaman tanpa henti yang dilakukan rezim Israel atas warga Palestina selama tujuh dekade.
Dengan berlanjutnya konflik yang membunuh warga Palestina di wilayah yang terkepung, gerakan perlawanan lainnya, termasuk Hizbullah Lebanon, Ansarullah Yaman, dan pejuang Irak, melancarkan operasi militer terhadap pos-pos AS dan Israel sebagai upaya untuk menekan rezim tersebut supaya menghentikan aksi genosida mereka.
Sumber: IRNA
Baca juga: PBB serukan semua pihak menahan diri setelah serangan Iran ke Suria dan Irak
Baca juga: Iran sita kapal tangki minyak milik AS
Baca juga: AS bilang perbatasan Rafah tertutup karena alasan keamanan
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Markas militer AS di Irak kena serangan drone
Markas militer AS di utara Irak terkena serangan drone
Kamis, 25 Januari 2024 15:10 WIB
Arsip - Pemerintah Irak pada Selasa (16/1/2024) mengecam serangan Iran di Erbil di Irak utara, dan menyebutnya sebagai tindakan agresi serta pelanggaran terhadap kedaulatannya. ANTARA/Anadolu/tm
Pewarta : Yuni Arisandy Sinaga
Editor : Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Militer AS mulai menempatkan rudal Patriot pada truk peluncur di pangkalan udara Qatar
11 February 2026 13:43 WIB
Terpopuler - Internasional
Lihat Juga
Militer AS mulai menempatkan rudal Patriot pada truk peluncur di pangkalan udara Qatar
11 February 2026 13:43 WIB
Duta Besar Iran menilai AS tidak layak pimpin inisiatif perdamaian di Gaza
11 February 2026 7:45 WIB
Indonesia ingin perkuat kerja sama dengan Iran dalam pemberdayaan perempuan
11 February 2026 7:38 WIB