Raja pulau Timor dukung perubahan status cagar Mutis jadi Taman Nasional
Rabu, 2 Oktober 2024 4:42 WIB
Tiga raja mulai dari Raja Amfoang, Raja Mollo dan Raja Miomafo saat menjelaskan dukungannya kepada wartawan soal perubahan status CA Mutis menjadi Taman Nasional. ANTARA/Kornelis Kaha
Kupang (ANTARA) - Tiga di Pulau Timor, Nusa Tenggara Timur menyatakan dukungannya terhadap perubahan status dari Cagar Alam (CA) Mutis Timau menjadi Taman Nasional yang baru dideklarasikan oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Republik Indonesia, Siti Nurbaya pada awal bulan September lalu.
“Pada intinya kami mendukung upaya pemerintah melalui Balai KSDA untuk merubah status Mutis Timau menjadi Taman Nasional,” kata Raja Miomafo Willem Kono di Kupang, Selasa, (1/10).
Willem Kono menanggapi hal ini dalam acara Morning Gathering yang digelar oleh Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Nusa Tenggara Timur di Kupang.
Willem menambahkan bahwa pada awalnya dirinya sempat menolak perubahan status tersebut, apalagi saat dilakukan deklarasi perubahan status dirinya sebagai salah satu pihak yang punya hak atas Taman Nasional itu tidak diberitahu.
Apalagi banyaknya masukan yang negatif soal dampak dari perubahan status Taman Nasional Mutis tersebut. Namun ujar dia setelah berdiskusi dengan pihak BBKSDA dia kemudian memahami latar belakang dan tujuan perubahan fungsi Cagar Alam dan Hutan Lindung menjadi Taman Nasional.
“Tetapi saya harapkan agar sedapat mungkin pemerintah menghindari investor asing yang masuk dalam pengelolaan Taman Nasional tersebut yang selama ini sudah dijaga dengan baik,” tambah dia.
Sementara itu Raja Mollo Fillus Oematan juga menyatakan mendukung perubahan status tersebut ini karena menurut dia akan memberikan dampak baik kepada masyarakat.
“Tetapi kami harapkan agar tetap melindungi situs-situs adat yang ada dalam kawasan hutan itu,” ujar dia.
Lebih lanjut Raja Amfoang Robby Manoh menyatakan dukungannya untuk pembentukan Taman Nasional mengingat terdapat kesamaan ketentuan pengelolaan taman nasional dengan ketentuan adat.
“Dimana diatur larangan untuk melakukan pemanfaatan secara berlebihan dalam pemanfaatan hasil alam berupa madu, satwa liar dan lain-lain,” ujar dia.
Dia mengatakan bahwa pada dasarnya hal positif yang dilakukan oleh pemerintah tetap didukung oleh mereka, namun menurut dia seharusnya terlebih dahulu disampaikan kepada pemerintah daerah setempat agar hal tersebut juga diketahui pemangku adat yang berkuasa di wilayah Mutis.
Dia berharap agar perubahan status tersebut nantinya bisa memberikan dampak positif ekonomi bagi masyarakat sekitar dengan tidak merusak lingkungan atau keaslian dari Hutan Mutis yang menjadi pemasok air bersih bagi masyarakat Kabupaten Kupang, Timor Tengah Selatan dan Timor Tengah Utara.
Baca juga: Ansy Lema minta KLHK tak utak-atik Cagar Alam Mutis
Baca juga: Anggota DPR: Jangan ada upaya turunkan status Cagar Alam Mutis
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Raja pulau Timor dukung perubahan status CA Mutis jadi Taman Nasional
“Pada intinya kami mendukung upaya pemerintah melalui Balai KSDA untuk merubah status Mutis Timau menjadi Taman Nasional,” kata Raja Miomafo Willem Kono di Kupang, Selasa, (1/10).
Willem Kono menanggapi hal ini dalam acara Morning Gathering yang digelar oleh Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Nusa Tenggara Timur di Kupang.
Willem menambahkan bahwa pada awalnya dirinya sempat menolak perubahan status tersebut, apalagi saat dilakukan deklarasi perubahan status dirinya sebagai salah satu pihak yang punya hak atas Taman Nasional itu tidak diberitahu.
Apalagi banyaknya masukan yang negatif soal dampak dari perubahan status Taman Nasional Mutis tersebut. Namun ujar dia setelah berdiskusi dengan pihak BBKSDA dia kemudian memahami latar belakang dan tujuan perubahan fungsi Cagar Alam dan Hutan Lindung menjadi Taman Nasional.
“Tetapi saya harapkan agar sedapat mungkin pemerintah menghindari investor asing yang masuk dalam pengelolaan Taman Nasional tersebut yang selama ini sudah dijaga dengan baik,” tambah dia.
Sementara itu Raja Mollo Fillus Oematan juga menyatakan mendukung perubahan status tersebut ini karena menurut dia akan memberikan dampak baik kepada masyarakat.
“Tetapi kami harapkan agar tetap melindungi situs-situs adat yang ada dalam kawasan hutan itu,” ujar dia.
Lebih lanjut Raja Amfoang Robby Manoh menyatakan dukungannya untuk pembentukan Taman Nasional mengingat terdapat kesamaan ketentuan pengelolaan taman nasional dengan ketentuan adat.
“Dimana diatur larangan untuk melakukan pemanfaatan secara berlebihan dalam pemanfaatan hasil alam berupa madu, satwa liar dan lain-lain,” ujar dia.
Dia mengatakan bahwa pada dasarnya hal positif yang dilakukan oleh pemerintah tetap didukung oleh mereka, namun menurut dia seharusnya terlebih dahulu disampaikan kepada pemerintah daerah setempat agar hal tersebut juga diketahui pemangku adat yang berkuasa di wilayah Mutis.
Dia berharap agar perubahan status tersebut nantinya bisa memberikan dampak positif ekonomi bagi masyarakat sekitar dengan tidak merusak lingkungan atau keaslian dari Hutan Mutis yang menjadi pemasok air bersih bagi masyarakat Kabupaten Kupang, Timor Tengah Selatan dan Timor Tengah Utara.
Baca juga: Ansy Lema minta KLHK tak utak-atik Cagar Alam Mutis
Baca juga: Anggota DPR: Jangan ada upaya turunkan status Cagar Alam Mutis
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Raja pulau Timor dukung perubahan status CA Mutis jadi Taman Nasional
Pewarta : Kornelis Kaha
Editor : Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
BRIN resmi usulkan Raja Ampat jadi Cagar Biosfer di bawah MAB UNESCO
26 September 2024 14:00 WIB, 2024
Cucu Berretty kagumi perawatan cagar budaya ANTARA Heritage Center (AHC)
10 September 2024 16:25 WIB, 2024
Terpopuler - Kesra
Lihat Juga
378 pendaftar lolos seleksi administrasi calon anggota KIP periode 2026--2030
27 January 2026 8:35 WIB
Wamenkomdigi: ANTARA berperan penting dalam mempublikasikan program pemerintah
20 January 2026 20:31 WIB