Manggarai Barat belum terima surat suara
Selasa, 19 Maret 2019 13:47 WIB
Ketua KPU NTT Thomas Dohu (kiri) saat sedang melakukan sebuah aktivitas di Sekretariat KPU NTT di Kupang. (ANTARA FOTO/Bernadus Tokan).
Kupang (ANTARA) - Kabupaten Manggarai Barat di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur sampai saat ini belum menerima logistik pemilu berupa surat suara Pemilu 2019 dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pusat.
"Sesuai laporan harian dari seluruh daerah, sampai saat ini masih ada satu kabupaten yakni Manggarai Barat yang belum menerima kiriman logistik surat suara. Lainnya sudah menerima, walaupun masih belum lengkap," kata Ketua KPU NTT Thomas Dohu kepada wartawan di Kupang, Selasa (19/3).
Thomas Dohu mengatakan berdasarkan laporan yang diterima KPU NTT, kapal pengangkut logistik surat suara untuk Pemilu serentak di Manggarai Barat telah tiba di Pelabuhan Reo, Manggarai Timur, namun kapal tersebut belum bisa merapat karena masih harus antre menunggu selesainya pembokaran kontainer..
"Kami baru saja melakukan koordinasi dengan KPU Manggarai Barat, dan bersama Bawaslu serta aparat keamanan telah bergerak menuju Reo di Manggarai Timur untuk menjemput langsung kontainer," katanya.
Menurut dia, para petugas diperkirakan akan tiba di Pelabuhan Reo pada Rabu (20/3), dan diharapkan bisa segera membawa serta kontainer berisikan surat suara itu menuju Manggarai Barat.
"Kami harapkan, paling lambat pada 23 Maret, kontainer sudah bisa tiba di Manggarai Barat untuk segera dilakukan penyortiran," katanya menambahkan.
Thomas menambahkan pihaknya mengantisipasinya dengan menambah personil penyortiran. Jadi biasanya 50 orang, kita minta ditambah menjadi 100 orang, sehingga waktu sortir bisa lebih dipercepat dari sepuluh hari menjadi lima hari," katanya.
"Langkah ini kami ambil, untuk mempercepat proses penyortiran karena kemungkinan logistik yang ada masih kurang atau ada yang mengalami kerusakan dan membutuhkan pergantian segera," katanya didampingi komisioner Yosafat Koli dan Edy Diaz.
Baca juga: Ratusan surat suara di Kota Kupang rusak
Baca juga: Ribuan surat suara di TTS rusak
"Sesuai laporan harian dari seluruh daerah, sampai saat ini masih ada satu kabupaten yakni Manggarai Barat yang belum menerima kiriman logistik surat suara. Lainnya sudah menerima, walaupun masih belum lengkap," kata Ketua KPU NTT Thomas Dohu kepada wartawan di Kupang, Selasa (19/3).
Thomas Dohu mengatakan berdasarkan laporan yang diterima KPU NTT, kapal pengangkut logistik surat suara untuk Pemilu serentak di Manggarai Barat telah tiba di Pelabuhan Reo, Manggarai Timur, namun kapal tersebut belum bisa merapat karena masih harus antre menunggu selesainya pembokaran kontainer..
"Kami baru saja melakukan koordinasi dengan KPU Manggarai Barat, dan bersama Bawaslu serta aparat keamanan telah bergerak menuju Reo di Manggarai Timur untuk menjemput langsung kontainer," katanya.
Menurut dia, para petugas diperkirakan akan tiba di Pelabuhan Reo pada Rabu (20/3), dan diharapkan bisa segera membawa serta kontainer berisikan surat suara itu menuju Manggarai Barat.
"Kami harapkan, paling lambat pada 23 Maret, kontainer sudah bisa tiba di Manggarai Barat untuk segera dilakukan penyortiran," katanya menambahkan.
Thomas menambahkan pihaknya mengantisipasinya dengan menambah personil penyortiran. Jadi biasanya 50 orang, kita minta ditambah menjadi 100 orang, sehingga waktu sortir bisa lebih dipercepat dari sepuluh hari menjadi lima hari," katanya.
"Langkah ini kami ambil, untuk mempercepat proses penyortiran karena kemungkinan logistik yang ada masih kurang atau ada yang mengalami kerusakan dan membutuhkan pergantian segera," katanya didampingi komisioner Yosafat Koli dan Edy Diaz.
Baca juga: Ratusan surat suara di Kota Kupang rusak
Baca juga: Ribuan surat suara di TTS rusak
Pewarta : Bernadus Tokan
Editor : Laurensius Molan
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Cerita bahagia dari Kupang-NTT: Saat loyalitas pelanggan dan outlet berbuah apresiasi
09 February 2026 14:12 WIB
KONI NTT diminta serius memperhatikan pembinaan cabang olahraga Olimpiade
08 February 2026 21:37 WIB
Terpopuler - Politik & Hukum
Lihat Juga
Dirut Dana Syariah Indonesia Taufiq Aljufri sampaikan permintaan maaf usai jadi tersangka
09 February 2026 15:14 WIB
KPK menindaklanjuti laporan masyarakat soal dugaan korupsi Gubernur Jambi Al Haris
09 February 2026 15:10 WIB
Prabowo menyoroti prioritas keamanan hadapi geopolitik saat Rapim TNI-Polri
09 February 2026 15:09 WIB
Ketua MA: Hakim terjaring OTT KPK mencederai keluhuran harkat dan martabat
09 February 2026 13:53 WIB