Logo Header Antaranews Kupang

Gubernur NTT meminta pers harus berani kritik kebijakan Pemda

Senin, 9 Februari 2026 11:00 WIB
Image Print
Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Melki Laka Lena. ANTARA/Kornelis Kaha

Kupang (ANTARA) - Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Melki Laka Lena meminta agar pers di provinsi berbasis kepulauan itu berani untuk mengkritik dan mengkoreksi segala kebijakan pemerintah daerah jika ada kebijakan yang dijalankannya salah.

“Teman-teman pers teruslah memberikan kritik saran atau masukan yang pahit sekalipun tidak apa-apa demi pembangunan NTT yang lebih baik,” katanya di Kupang, Senin.

Hal ini disampaikannya ketika ditanya terkait harapannya terhadap perjalanannya Pers di NTT di momentum Hari Pers Nasional (HPN) 2026.

Melki mengharapkan agar segala kritikan yang diubah dalam sebuah artikel jika salah, maka ditulis salah, jika benar maka ditulis benar, dan jangan memutarbalikkan fakta.

“Jika memang pemerintah salah, katakan salah. Benar katakan benar. Kalau masyarakat salah katakan salah, jika benar katakan benar,” tegas Melki.

Hal ini tentu akan membuat NTT lebih baik ke depan, menjadi NTT yang maju. Dan hal itu membutuhkan kritik dan saran dari pers.

Menurutnya, pers memiliki posisi penting dalam kehidupan masyarakat dan perjalanan pembangunan bangsa.

Pers tidak hanya berfungsi sebagai penyampai informasi, tetapi juga menjadi jembatan antara pemerintah dan rakyat, sekaligus penggerak kesadaran publik terhadap berbagai persoalan daerah.

Melki kemudian menyinggung tentang pemberitaan yang dilakukan oleh Pers dalam membongkar penyaluran bantuan untuk masyarakat kurang mampu di NTT.

“Pemberitaan terkait anak yang meninggal di Ngada diberitakan dengan bagus oleh teman-teman Pers,” ujar dia.

Saat berada di Kabupaten Ngada untuk menghadiri acara penguburan bocah 10 tahun yang bunuh diri itu, dia juga menyampaikan kepada masyarakat Ngada tentang peran Pers dalam masalah tersebut.

Dia juga berharap agar Pers juga tetap memberikan informasi serta pemberitaan yang menunjukkan kepedulian kepada sesama, sehingga rasa kepedulian tidak hilang.



Pewarta :
Editor: Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026