PLTMG Labuan Bajo menghemat Rp10 miliar
Jumat, 12 April 2019 8:56 WIB
Menteri ESDM Ignatius Jonan, memberikan sambutan saat meresmikan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur, berkapasitas 20 MW pada Kamis, 11 April 2019, yang telah tuntas dibangun dan siap beroperasi. (ANTARA FOTO/Dok Humas PT PLN (Persero) Wilayah NTT)
Kupang (ANTARA) - Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur, berkapasitas 20 mega watt (MW) telah tuntas dikerjakan dan segera beroperasi.
"PLTMG yang siap beroperasi ini sebagai bukti pemerintah mendorong penggunaan gas dan mengurangi bahan bakar minyak, karena biaya produksinya bisa jauh lebih murah," kata Menteri Energi Sumber Daya Mineral Ignasius Jonan dalam keterangan pers yang diterima Antara di Kupang, Jumat (12/4).
Menteri ESDM telah meresmikan PLTMG 20 MW di Labuan Bajo, pada Kamis (11/42019), disaksikan Dirjen Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Rida Mulyana, Dirjen Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi Kementerian ESDM FX. Sutijastoto, Direktur Bisnis Regional Jawa Bagian Timur, Bali, dan Nusa Tenggara, PT PLN, Djoko R. Abumanan, Wakil Gubernur NTT Josef Nae Soi, serta Bupati Manggarai Barat Agustinus Ch Dula.
Ia mengatakan, potensi penghematan bahan bakar minyak dengan beroperasinya PLTMG tersebut bisa mencapai hingga Rp10 miliar.
"Dengan biaya pengoperasian yang lebih murah ini tentu pada akhirnya akan berpengaruh kepada efisiensi dan ujungnya pada tarif listrik bagi masyarakat," kata Jonan.
Menurutnya, PLTMG ini akan meningkatkan pasokan listrik di sistem kelistrikan wilayah setempat yang mampu disalurkan untuk 23.148 pelanggan rumah tangga yang memiliki daya 90 volt ampera (VA). Selain itu, meningkatkan rasio elektrifikasi listrik terutama di Pulau Flores.
Selain PLTMG, Menteri ESDM juga meresmikan sejumlah infrastruktur kelistrikan di Pulau Flores di antaranya, saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 70 kiloVolt Labuan Bajo-Ruteng, gardu induk Labuan Bajo, SUTT 70 kiloVolt Ruteng-Ulumbu, Gardu Induk Ruteng, dan Gardu Induk Ulumbu.
Sementara itu, Wakil Gubernur NTT, Josef Nae Soi, dalam kesempatan itu mengapresiasi dukungan serius Kementerian ESDM dan PT PLN membangun kelistrikan di provinsi berbasiskan kepulauan ini.
“Kami menyambut baik dan memberikan apresiasi tinggi kepada semua pihak terutama ESDM dan PLN. Pembangunan kelistrikan ini tentu akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan membuat ekonomi di Pulau Flores semakin menggeliat," ujarnya.
Baca juga: Forum sinkronisasi proses "engineering" ala PLN
Baca juga: PLN diminta optimalkan sumber listrik di Mataloko
"PLTMG yang siap beroperasi ini sebagai bukti pemerintah mendorong penggunaan gas dan mengurangi bahan bakar minyak, karena biaya produksinya bisa jauh lebih murah," kata Menteri Energi Sumber Daya Mineral Ignasius Jonan dalam keterangan pers yang diterima Antara di Kupang, Jumat (12/4).
Menteri ESDM telah meresmikan PLTMG 20 MW di Labuan Bajo, pada Kamis (11/42019), disaksikan Dirjen Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Rida Mulyana, Dirjen Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi Kementerian ESDM FX. Sutijastoto, Direktur Bisnis Regional Jawa Bagian Timur, Bali, dan Nusa Tenggara, PT PLN, Djoko R. Abumanan, Wakil Gubernur NTT Josef Nae Soi, serta Bupati Manggarai Barat Agustinus Ch Dula.
Ia mengatakan, potensi penghematan bahan bakar minyak dengan beroperasinya PLTMG tersebut bisa mencapai hingga Rp10 miliar.
"Dengan biaya pengoperasian yang lebih murah ini tentu pada akhirnya akan berpengaruh kepada efisiensi dan ujungnya pada tarif listrik bagi masyarakat," kata Jonan.
Menurutnya, PLTMG ini akan meningkatkan pasokan listrik di sistem kelistrikan wilayah setempat yang mampu disalurkan untuk 23.148 pelanggan rumah tangga yang memiliki daya 90 volt ampera (VA). Selain itu, meningkatkan rasio elektrifikasi listrik terutama di Pulau Flores.
Selain PLTMG, Menteri ESDM juga meresmikan sejumlah infrastruktur kelistrikan di Pulau Flores di antaranya, saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 70 kiloVolt Labuan Bajo-Ruteng, gardu induk Labuan Bajo, SUTT 70 kiloVolt Ruteng-Ulumbu, Gardu Induk Ruteng, dan Gardu Induk Ulumbu.
Sementara itu, Wakil Gubernur NTT, Josef Nae Soi, dalam kesempatan itu mengapresiasi dukungan serius Kementerian ESDM dan PT PLN membangun kelistrikan di provinsi berbasiskan kepulauan ini.
“Kami menyambut baik dan memberikan apresiasi tinggi kepada semua pihak terutama ESDM dan PLN. Pembangunan kelistrikan ini tentu akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan membuat ekonomi di Pulau Flores semakin menggeliat," ujarnya.
Baca juga: Forum sinkronisasi proses "engineering" ala PLN
Baca juga: PLN diminta optimalkan sumber listrik di Mataloko
Pewarta : Aloysius Lewokeda
Editor : Laurensius Molan
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Proliga 2026 - Pertamina Enduro kandaskan perlawanan Electric PLN dalam tiga set
06 February 2026 7:07 WIB
Proliga 2026 - Jakarta Electric PLN kalahkan Bandung BJB melalui duel seru
17 January 2026 20:12 WIB
Kementerian ESDM dan PLN salurkan 13.891 sambungan listrik gratis di NTT selama 2025
16 December 2025 9:25 WIB
Terpopuler - Kesra
Lihat Juga
Kemdiktisaintek resmikan 33 prodi spesialis demi mempercepat pemenuhan dokter,
13 February 2026 18:43 WIB
Pemerintah menyiapkan beasiswa bagi dokter yang ambil spesialis di Undana
13 February 2026 17:00 WIB
Komisi X DPR meminta Kemendigdasmen revitalisasi sekolah daerah 3T jadi prioritas
13 February 2026 13:23 WIB
Undana hadirkan peta digital interaktif rumput laut berbasis AI bagi petani
12 February 2026 16:27 WIB