Kupang (ANTARA) - Gubernur Nusa Tenggara Timur Melki Laka Lena menginginkan agar minuman keras lokal dari Kabupaten Ngada bernama Moke Aimere perlu ditingkatkan nilai tambah dan kualitas produknya agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

"Proses produksi moke, mulai dari tahap awal hingga akhir, dapat dikelola secara lebih terjamin dan terstandar, termasuk dalam aspek pengemasan," katanya dalam keterangan yang diterima di Kupang, Rabu.

Hal ini dilakukannya saat melakukan kunjungan kerjanya ke Kabupaten Ngada dan bertemu serta berdialog dengan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Kelompok Mitra Leg, kelompok pembuat moke (arak tradisional) di Desa Legelapu, Kecamatan Aimere, Kabupaten Ngada.

Melki meminta agar para pelaku UMKM di kabupaten Ngada terlebih dahulu membuat tim kecil untuk berkoordinasi dengan pemerintah di tingkat provinsi.

Sehingga proses produksi moke dari awal sampai akhir bisa terjamin dengan baik, terutama di bagian pengemasan supaya tampilannya lebih bagus.

Dihubungi secara terpisah melalui WhatsApp, Gubernur Melki menyampaikan produk-produk unggulan dari Aimere, termasuk moke berkualitas, akan didorong untuk masuk dan dipasarkan melalui NTT Mart by Dekranasda Ngada.

“Kita ingin produk-produk moke ini memiliki nilai tambah yang lebih besar bagi masyarakat. Produk Aimere yang bagus nanti bisa masuk ke NTT Mart,” uar dia.

Melki menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pengembangan UMKM berbasis potensi dan kearifan lokal sebagai bagian dari penguatan ekonomi kerakyatan di Nusa Tenggara Timur.

Ketua DPRD Kabupaten Ngada Romilus Juji, yang juga menjadi inisiator terbentuknya Kelompok Mitra Leg, menyampaikan apresiasi atas kehadiran Gubernur Melki Laka Lena di Aimere.

“Di galeri Mitra Leg, galeri minuman arak tradisional Legelapu. Hingga hari ini, usaha moke di Aimere tetap berjalan dan terus berkembang,” ujar Romi Juji.

Menurutnya, moke tidak hanya memiliki nilai budaya yang kuat, tetapi juga menjadi penggerak utama ekonomi masyarakat di wilayah Aimere dan sekitarnya.